YOGYAKARTA, HAWA – Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi meluncurkan proyek restorasi Candi Prambanan di Yogyakarta pada Rabu (08/07). Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama konservasi warisan budaya antara Indonesia dan India yang direncanakan berlangsung selama sepuluh tahun hingga 2036 mendatang.

Proyek besar ini akan difokuskan pada pemugaran lebih dari 200 candi perwara yang saat ini masih berupa reruntuhan di kompleks tersebut. Tim ahli akan menggunakan teknologi modern seperti pemindaian LiDAR dan rekonstruksi digital untuk memastikan keaslian bangunan dalam proyek restorasi Candi Prambanan tetap terjaga.

Metode anastilosis akan tetap menjadi acuan utama dalam menyusun kembali batu-batu candi yang berserakan. UNESCO telah menetapkan kompleks ini sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991 karena nilai sejarahnya yang luar biasa sejak abad ke-9.

Dukungan teknologi canggih dalam restorasi Candi Prambanan ini diharapkan menjadi standar baru konservasi global bagi situs arkeologi lainnya. Pemugaran ini juga mencakup dokumentasi digital menyeluruh yang dapat diakses untuk kepentingan penelitian ilmiah internasional di masa depan.

“Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tapi juga pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

“India dan Indonesia tidak hanya berbagi laut, tetapi juga sejarah. Kita terhubung melalui Ramayana, Mahabharata, Borobudur, Prambanan, dan Garuda sebagai lambang nasional Indonesia,” kata Narendra Modi, Perdana Menteri India.

Kerja sama ini juga mencakup transfer ilmu pengetahuan antararkeolog dari kedua negara untuk memperkuat aspek teknis pemeliharaan situs. Restorasi Candi Prambanan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata mancanegara sekaligus mempererat stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui jalur diplomasi budaya.