PALU, HAWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan pernyataan resmi BMKG terkait gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa 16/06.

Peristiwa yang terjadi tepat pada 1 Muharam 1448 Hijriah ini tercatat pada pukul 10:27 WIB atau 11:27 WITA. Pusat gempa terdeteksi berada di darat pada jarak 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, lokasi episenter berada pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur. Guncangan ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang mengakibatkan mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.

“Memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tulis pernyataan resmi BMKG.

Dampak getaran paling kuat dirasakan di wilayah Torue, Parigi Moutong, Parigi Selatan, Palolo, dan Sigi dengan skala intensitas VI hingga VII MMI. Sementara itu, Kota Palu dan Sigi Biromaru merasakan guncangan pada skala V hingga VI MMI yang memicu kepanikan warga.

Hingga pukul 10:46 WIB, hasil pemantauan menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan di titik tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal tetap kokoh sebelum kembali ke dalam rumah.**