YAHUKIMO, HAWA – Komando Operasi TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot Nicholas Goselin dari Distrik Sobaham, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (03/07). Pilot asal Amerika Serikat tersebut menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB setelah pesawatnya dibakar di Bandara Ipdeheik.
Operasi evakuasi dilakukan dengan strategi perebutan cepat menggunakan dua helikopter Caracal H-225M milik TNI Angkatan Udara. Selama proses pemindahan jenazah pilot Nicholas Goselin, pesawat tempur Super Tucano dikerahkan untuk memberikan pengamanan udara guna mengantisipasi gangguan susulan dari darat.
Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas insiden berdarah tersebut. Pesawat Pilatus Porter PK-RCY milik PT AMA Air yang dibawa korban dibakar sesaat setelah mendarat di Kampung Balinggama pada Kamis (02/07).
“Proses evakuasi melibatkan 10 personel dengan dukungan dua helikopter Caracal. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku,” kata Brigjen TNI Riyanto, Wakil Panglima Koops TNI Habema.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah pilot Nicholas Goselin dibawa menuju Timika dan selanjutnya diterbangkan ke Jayapura. Pihak TNI menyatakan bahwa operasi pengamanan wilayah akan terus diperketat di titik-titik rawan penerbangan perintis untuk mencegah kejadian serupa.
“Dengan penyerahan jenazah pilot Nicholas kepada AMA, proses evakuasi dinyatakan selesai. TNI akan terus menjaga keamanan di Tanah Papua agar tetap aman,” kata Letjen TNI Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Nicholas diketahui telah bergabung dengan maskapai tersebut sejak tahun 2023 dan merupakan salah satu dari belasan pilot aktif yang melayani rute pedalaman. Meski menghadapi risiko tinggi, maskapai menegaskan posisinya sebagai lembaga kemanusiaan yang netral di wilayah konflik.
“Jenazah pilot Nicholas difasilitasi Kedubes AS ke Jakarta. AMA selama 67 tahun melayani masyarakat Papua, tidak pernah mengangkut personel TNI atau Polri,” kata Bob Kayadu, Direktur Utama PT AMA.*/LIA