MAKASSAR, HAWA – Produk kerajinan kriya Anyaman Teduhu PT Vale tampil memukau dalam ajang pameran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Makassar. Kehadiran produk lokal asal Luwu Timur ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang secara berkelanjutan.
Produk binaan PT Vale Indonesia Tbk tersebut dipamerkan dalam kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang berlangsung di Makassar pada 09/07 hingga 11/07.
Pengenalan Anyaman Teduhu PT Vale menjadi bagian dari strategi investasi sosial perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), penguatan produk lokal difokuskan pada aspek keberlanjutan tradisi melalui program regenerasi yang terukur.
“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan mulai dari bahan baku hingga akses pasar,” kata Yusri Yunus, Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale.
Saat ini perusahaan membina dua komunitas utama, yaitu Komunitas Teduhu dari Desa Nuha dan Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano. Upaya pelestarian Anyaman Teduhu PT Vale menyasar generasi muda berusia 16 sampai 23 tahun guna meneruskan keahlian para pengrajin senior agar kearifan lokal tetap terjaga.
“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah,” kata Yulianti, Pengrajin Teduhu asal Desa Nuha.
Promosi Anyaman Teduhu PT Vale sukses memikat perhatian Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama Wakil Ketua II Dekranas Sri Suparni Bahlil Lahadalia. Keduanya memberikan apresiasi tinggi terhadap keunikan tas dari tanaman pakis hutan dan kain motif taipa khas Danau Matano yang dipajang di booth pameran.
“Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” kata Sri Suparni Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua II Dekranas.
Melalui sinergi erat bersama berbagai kementerian, perusahaan menegaskan bahwa penguatan potensi lokal dan pelestarian budaya merupakan investasi sosial yang tidak terpisahkan. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berdampak positif bagi warga sekitar.*/LIA