PALU, HAWA.ID – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menegaskan bahwa Program Berani Cerdas tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga mencakup berbagai intervensi strategis di sektor pendidikan.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers capaian kinerja Dinas Pendidikan periode 2025–2026 yang digelar di Aula Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (14/4/2026).
Menurut Firmanza, Berani Cerdas dirancang untuk menjangkau seluruh lini pendidikan, mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
“Berani Cerdas bukan hanya soal beasiswa. Ada sejumlah komponen yang kita intervensi dalam program ini,” ujarnya.
Salah satu komponen utama adalah bantuan Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada 2025, Dinas Pendidikan mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk seluruh sekolah di Sulawesi Tengah.
Selain itu, bantuan seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga disalurkan dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar. Untuk tahun 2026, program tersebut masih dalam tahap pendataan calon penerima.
Di sektor pendidikan vokasi, Dinas Pendidikan menganggarkan sekitar Rp27 miliar untuk mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa SMK. Namun, pada tahun ini bantuan prakerin akan difokuskan pada jurusan tertentu.
“Untuk prakerin, tahun ini akan lebih selektif dan difokuskan pada jurusan yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Program Berani Cerdas juga mencakup peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pemberian beasiswa pendidikan magister (S2). Pada 2025, sebanyak 99 guru tercatat menerima bantuan tersebut.
Sementara itu, upaya pemerataan akses pendidikan dilakukan melalui digitalisasi sekolah, khususnya di wilayah terpencil. Dinas Pendidikan telah memasang 12 unit layanan internet berbasis satelit Starlink untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di daerah yang belum terjangkau jaringan.
Adapun komponen terbesar dalam program ini tetap berasal dari penyaluran beasiswa bagi mahasiswa. Sepanjang 2025, sebanyak 23.568 mahasiswa menerima bantuan yang tersebar di hampir 400 perguruan tinggi.
Firmanza menegaskan, berbagai intervensi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Program ini menyasar siswa, mahasiswa, guru, hingga infrastruktur pendukung pendidikan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” pungkasnya.LIA