JAKARTA, HAWA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau Ultimatum BEM SI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari ke depan. Pernyataan sikap ini muncul sebagai respons atas lonjakan harga kebutuhan pokok dan kebijakan energi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Koordinator pusat mahasiswa menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan bagi masyarakat luas. Ultimatum BEM SI ini mencakup tuntutan penurunan harga BBM Pertamax serta pengendalian inflasi pangan yang terus merangkak naik sejak awal Juni 2026.
“Kami memberi waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Jika tidak ada langkah nyata, kami akan turun ke jalan dengan aksi besar yang kami sebut Reformasi Jilid 2,” kata Muhammad Arif, Koordinator Pusat BEM SI.
Pemerintah menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa setiap kebijakan yang diambil telah melalui pertimbangan matang. Meskipun mendengar aspirasi mahasiswa, pihak Istana belum memberikan jaminan terkait perubahan regulasi harga komoditas dalam waktu dekat.
“Aspirasi mahasiswa adalah masukan yang penting bagi pemerintah. Kami mendengar dan mencatat, namun kebijakan ekonomi tentu harus mempertimbangkan banyak aspek,” kata Juri Ardiantoro, Deputi IV Kantor Staf Presiden.
Di sisi lain, aparat keamanan mulai memantau pergerakan jaringan mahasiswa di berbagai daerah untuk mengantisipasi gangguan ketertiban umum. Pihak TNI menegaskan akan tetap mengedepankan prosedur hukum dalam mengawal jalannya penyampaian pendapat di muka umum.
“Kami siap siaga menghadapi segala kemungkinan aksi massa. TNI akan tetap menjaga keamanan dan ketertiban sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Agus Subiyanto, Panglima TNI.
Selain masalah ekonomi, isu pengesahan RUU Polri oleh DPR juga menjadi pemantik tambahan kemarahan elemen mahasiswa. Jika dalam 18 hari tidak ada perubahan signifikan, gelombang protes besar diprediksi akan membanjiri Jakarta pada akhir bulan ini.*/LIA