ACEH UTARA, HAWA – Peristiwa semburan gas Aceh Utara disertai api besar melanda Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, pada Jumat (22/05/2026) setelah pengeboran sumur air sedalam 90 meter menembus kantong gas bawah tanah. Semburan tersebut membawa material pasir berlumpur serta batu yang memicu kobaran api menjulang tinggi hingga menyebabkan kepanikan luar biasa bagi warga sekitar lokasi.

Kobaran api yang dilaporkan mencapai ketinggian hingga 100 meter tersebut sempat membakar area perkebunan sawit dan merusak pemukiman karena lokasinya yang berdekatan. Tim gabungan dari kepolisian serta petugas penanggulangan bencana segera turun ke lapangan untuk mengamankan lokasi serta melakukan koordinasi teknis guna memadamkan titik api akibat semburan gas Aceh Utara ini.

Akibat insiden tersebut, sebanyak tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan memaksa pemiliknya kehilangan tempat tinggal. Data terbaru menunjukkan ada 12 kepala keluarga atau sekitar 52 jiwa yang harus mengungsi ke rumah kerabat demi keamanan karena risiko gas yang masih mungkin muncul dari bekas lubang pengeboran.

“Semburan api mencapai 75 meter,” kata AKP Bambang Sutrisno, Kasi Humas Polres Aceh Utara.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa aktivitas pengeboran sumur tersebut awalnya ditujukan untuk pengadaan air bersih guna mengairi persawahan warga yang kerap kering saat musim kemarau. Namun saat mencapai kedalaman tertentu, sumur justru mengeluarkan gas yang sangat mudah terbakar sehingga memicu insiden semburan gas Aceh Utara tersebut.

“Berdasarkan keterangan kepala desa setempat, pengeboran itu dilakukan untuk pembuatan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air ke sawah masyarakat yang selama ini kering ketika musim kemarau,” kata AKP Bambang Sutrisno, Kasi Humas Polres Aceh Utara.

Proses pemadaman dan penanganan sisa gas di lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan pihak PT Pema Global Energi agar situasi dapat segera terkendali sepenuhnya. Meskipun kerugian material bangunan dan kebun cukup besar, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi di area persawahan tersebut.*/LIA