PALU, HAWA – Roemah Jurnalis menginisiasi gerakan Eco Kurban Roemah Jurnalis dengan menggunakan wadah ramah lingkungan untuk menyalurkan daging kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang biasanya meningkat drastis saat pembagian hewan kurban di Kota Palu.
Panitia menyediakan sedikitnya 70 wadah tradisional berupa bingga dan kamboti yang terbuat dari anyaman daun silar serta daun kelapa. Inisiatif Eco Kurban Roemah Jurnalis ini menjadi bentuk kontribusi nyata para jurnalis dalam mengedukasi masyarakat mengenai kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kurban sendiri sebagai bentuk ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memiliki makna menyembelih sifat-sifat hewani terdapat dalam diri manusia,” kata Moh Arief, Ketua Panitia Kurban Roemah Jurnalis.
Daging kurban yang disalurkan melalui program Eco Kurban Roemah Jurnalis berasal dari bantuan hewan kurban PT Citra Palu Minerals (CPM). Perusahaan tersebut menyalurkan total 45 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke wilayah Kecamatan Mantikulore serta sejumlah daerah lainnya.
“PT Citra Palu Minerals (CPM) berkomitmen untuk terus tumbuh dan berbagi bersama masyarakat untuk memastikan esensi kebahagiaan Idul Adha dirasakan merata,” kata Rahyunita Handayani, Superintendent PPM/CSR PT CPM.
Selain aspek lingkungan, gerakan Eco Kurban Roemah Jurnalis dinilai mampu membangkitkan kembali budaya lokal masyarakat Kaili. Penggunaan wadah anyaman ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengrajin tradisional yang berada di lembah Kota Palu.
“Penggunaan kamboti dan bingga bisa menghidupkan ekonomi lokal dan budaya penggunaan wadah tradisional masyarakat Kaili di lembah Kota Palu,” kata Heri Susanto, Jurnalis Rindang.id.
Jumlah hewan kurban yang disalurkan PT CPM tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 35 ekor. Seluruh bantuan sapi kurban tersebut menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dan jamaah masjid di Kelurahan Talise Valangguni hingga Tanamodindi.*/LIA