PALU, HAWA.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melepas ekspor 459 ton durian beku ke Tiongkok senilai Rp42,5 miliar di fasilitas PT Duco Food Indonesia, Kota Palu, Kamis (16/4/2026).
Ekspor tersebut terdiri atas 17 kontainer dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah. Data pelepasan ekspor ini juga dikonfirmasi oleh sejumlah laporan media nasional. (Antara News)
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota akan mendorong durian menjadi ikon baru Sulawesi Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
“Pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, akan berusaha semaksimal mungkin supaya durian ini menjadi ikon baru bagi Sulawesi Tengah,” kata Anwar.
Menurut dia, selama ini Sulawesi Tengah lebih dikenal sebagai daerah penghasil tambang. Ke depan, pemerintah ingin memperkuat citra daerah sebagai salah satu sentra durian terbesar di Indonesia.
“Selama ini Sulawesi Tengah hanya dikenal karena tambangnya, tapi sekarang juga akan dikenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Anwar menegaskan, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu visi pembangunan daerah, selain komoditas lain seperti kelapa dan hasil perkebunan unggulan lainnya.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan program BERANI Panen Raya yang disiapkan sebagai payung kebijakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor.
“BERANI Panen Raya adalah program yang akan memayungi semua langkah besar ini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menyebut ekspor kali ini menjadi bagian dari target yang lebih besar untuk komoditas durian asal Sulawesi Tengah sepanjang 2026.
Menurut Sahat, sejak Januari hingga April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume 4.077 ton dan nilai mencapai Rp377,5 miliar.
Ia menambahkan, target ekspor durian montong asal Sulawesi Tengah pada tahun ini mencapai 8.100 ton dengan nilai sekitar Rp750 miliar.
Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, khususnya dalam kemudahan perizinan dan penguatan rantai ekspor agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih cepat.
“Saya sudah berbicara dengan Kepala Badan Karantina dan seluruh stakeholder, tidak boleh ada yang mempersulit perizinan apa pun, karena ini adalah lokomotif baru Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Agenda pelepasan ekspor tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean.LIA