KATINGAN, HAWA – Aipda Yudhi Perdana Putra, Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan, gugur dalam tugas saat melakukan penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, Kamis dini hari 02/07/2026. Insiden tragis ini dipicu oleh serangan massa bersenjata yang mencoba melindungi bandar narkoba saat proses penangkapan berlangsung.

Almarhum Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala dan tangan akibat senjata tajam. Dalam peristiwa yang sama, dua anggota polisi lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang. Keduanya diduga hanyut terbawa arus sungai saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa yang anarkis.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi bahwa pengejaran terhadap pelaku penyerangan dan pencarian anggota yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Kejadian memilukan ini berlangsung di wilayah hukum Polri tepat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Keluarga korban mengaku sangat terpukul dengan kabar meninggalnya sosok yang dikenal ramah tersebut.

“Almarhum adalah Bhayangkara sejati. Insyaallah almarhum wafat dalam keadaan syahid, karena beliau gugur di medan tugas yang mulia demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba,” kata Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR.

“Memang luka di kepala. Di tangan juga ada seperti yang beredar di media sosial. Semua keluarga terkejut dengan kabarnya ini,” kata Labih, paman Aipda Yudhi Perdana Putra.

Anggota DPR RI Dapil Kalteng, Bias Layar, menegaskan bahwa aparat tidak boleh gentar dalam menghadapi perlawanan jaringan narkotika di daerah pedalaman. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dari kelompok kriminal yang mengancam keselamatan petugas di lapangan. Dukungan penuh diberikan kepada kepolisian untuk menindak tegas dalang di balik kericuhan tersebut.

“Negara tidak boleh kalah terhadap kejahatan narkotika, bandar narkoba, yang telah merusak masa depan generasi bangsa,” kata Bias Layar, Anggota DPR RI Dapil Kalteng.

Kepergian Aipda Yudhi Perdana Putra meninggalkan seorang istri dan anak serta duka mendalam bagi seluruh rekan sejawatnya. Tragedi ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas Satresnarkoba dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah terpencil. Masyarakat diharapkan terus mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.*/LIA