SIGI, HAWA – Masyarakat dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Ritual Adat Morra Keke di Sungai Wuno pada Kamis (04/06) sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan. Ritual yang berlangsung khidmat ini dilakukan oleh warga dari Desa Watunonju, Sidera, Oloboju, Bora, dan Solove akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Sungai Wuno dipilih sebagai pusat kegiatan karena perannya yang vital bagi kebutuhan harian dan irigasi pertanian masyarakat setempat. Kondisi kekeringan saat ini telah mengancam aktivitas bercocok tanam sehingga warga merasa perlu melaksanakan tradisi leluhur ini secara kolektif. Ritual Adat Morra Keke menjadi harapan utama bagi pemulihan sumber daya air yang kian menyusut di lahan pertanian mereka.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini melibatkan penyembelihan berbagai hewan kurban seperti ayam, domba, kambing, anjing, hingga babi sesuai aturan adat yang diwariskan turun temurun. Seluruh dana kegiatan dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat dari lima desa yang terlibat sebagai wujud solidaritas. Ritual Adat Morra Keke mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan warga dalam menghadapi tantangan alam secara bersama.

“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar masyarakat dalam memohon kepada Sang Pencipta untuk meminta hujan agar kehidupan masyarakat dan lahan pertanian kembali memperoleh keberkahan,” kata Aswan Meni, Lembaga Adat Desa Watunonju.

Prosesi Ritual Adat Morra Keke diakhiri dengan kegiatan Makan Uvempoi bersama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat serta pemerintah desa setempat. Acara makan bersama hasil penyembelihan hewan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga desa yang bergantung pada aliran sungai yang sama. Tradisi ini membuktikan bahwa nilai budaya lokal tetap menjadi pilar kekuatan sosial bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.*/LIA