PALU, HAWA.ID – Anggota DPRD Kota Palu, Zet Pakan, S.Sos., membuka ruang bagi kalangan anak muda untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses Caturwulan III Masa Persidangan Tahun 2026 di Jalan Maleo, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (7/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari kebutuhan dukungan pendidikan hingga pelayanan air bersih yang dinilai belum memadai, khususnya di kawasan BTN Lasoani.

Zet mengatakan, keterlibatan anak muda dalam kegiatan reses penting agar mereka dapat menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan di lingkungannya. Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah.

Ia secara khusus mendorong anak muda di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore agar memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama dalam menyampaikan kebutuhan di bidang pendidikan.

Menurut Zet, saat ini terdapat sejumlah program bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya program Satu Rumah Satu Sarjana dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah.

Seluruh masukan yang disampaikan masyarakat, lanjutnya, akan dicatat untuk kemudian diteruskan dan dibahas di DPRD Kota Palu.

Selain persoalan pendidikan, Zet juga mempersilakan kelompok masyarakat mengajukan proposal bantuan sesuai kebutuhan. Salah satunya kelompok jemaat yang membutuhkan bantuan peralatan musik.

Sementara itu, salah seorang warga BTN Lasoani, Gufran, menyampaikan keluhan terkait terhentinya aliran air bersih dari PDAM Donggala yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebagian warga terpaksa meminta air kepada tetangga, sementara lainnya harus membeli air.

Gufran mengungkapkan, persoalan pelayanan air bersih di wilayahnya sebenarnya telah berlangsung hampir satu tahun. Bahkan, ketika aliran air kembali berjalan, kualitas air yang diterima warga kerap tidak bersih.

Menanggapi keluhan tersebut, Zet mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak PDAM Donggala. Ia berencana memanggil pihak PDAM melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta penjelasan terkait persoalan pelayanan air bersih di BTN Lasoani.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menilai pasokan air yang dijual di Kota Palu belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga.

Ke depan, Zet berharap Pemerintah Kota Palu dapat mengambil alih pengelolaan jaringan air bersih di BTN Lasoani sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak lagi bergantung pada PDAM Donggala.

Dalam kesempatan tersebut, Zet turut menyampaikan terima kasih kepada tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang telah hadir serta mendampingi pelaksanaan kegiatan reses.

Kegiatan reses tersebut dikoordinatori H. Agussalim, S.Sos., dan Yulianti Pakiding, S.Sos., M.Si. Sementara pendamping dari staf Sekretariat DPRD Kota Palu adalah Nuryamina dan Rifki.AWA