PALU, HAWA — Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mendorong pengembangan kewirausahaan santri dan usaha produktif pesantren. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya penguatan kemandirian lembaga serta pemberdayaan masyarakat, bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional.

Wiwik Jumatul Rofi’ah menilai pesantren memiliki peran krusial dalam pendidikan, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat diharapkan untuk memperkuat peran tersebut melalui program yang selaras dengan kebutuhan masing-masing pesantren, khususnya pengembangan Kewirausahaan Santri.

Legislator yang akrab disapa Bunda Wiwik itu menyebutkan beberapa potensi yang dapat dikembangkan, antara lain kewirausahaan santri, koperasi pesantren, usaha produktif, dan kemitraan ekonomi. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian pesantren, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng, Bunda Wiwik juga menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian integral dari pembangunan pesantren. Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kualitas pembelajaran perlu berjalan seiring dengan pengembangan keterampilan santri.

“Untuk mendukung tujuan tersebut, kami mendorong pemetaan potensi ekonomi pesantren sebagai bagian dari pemutakhiran data. Pemetaan diperlukan agar program pemberdayaan dirancang berdasarkan kemampuan dan kebutuhan Lembaga,” kata Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah itu juga menghubungkan agenda kemandirian pesantren dengan implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Ia berharap pelaksanaan perda dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola pesantren, dan masyarakat.

“Bagi kami bahwa, Hari Santri menjadi momentum untuk meneruskan kontribusi pesantren melalui kerja nyata. Dukungan yang berkelanjutan diharapkan membuat pesantren semakin berdaya dan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Sulawesi Tengah,” pungkas Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah.