PALU, HAWA – Sebuah kisah luar biasa datang dari Rafka Alfarizqi, seorang pemuda yang dinyatakan hilang sejak bencana gempa bumi dan tsunami Palu pada 28 September 2018. Setelah delapan tahun, Rafka, yang keluarganya sudah menganggap meninggal dunia bahkan memiliki akta kematian, kini telah kembali hidup ke kampung halamannya di Bongka Makmur. Kabar kembalinya Penyintas Gempa Palu Kembali ini viral setelah diunggah di media sosial.
Cerita mengenai Rafka ini pertama kali diunggah oleh konten kreator Facebook bernama Nia Naura pada 21/10/2026. Dalam unggahannya, Nia mengungkapkan bahwa pihak keluarga besarnya telah mengikhlaskan kepergian Rafka selama ini. Keluarga bahkan telah menerbitkan akta kematian untuk Rafka, meyakini ia telah tiada akibat tragedi 2018.
“2 minngu yg llu dia plng ke kampung nya Bongka makmur, MasyaAllah kagetnya kmi sekeluarga karna dia msih Hidup,” kata Nia Naura.
Berdasarkan informasi tambahan yang beredar, Rafka disebut sempat mengalami koma dan kehilangan ingatan pascabencana. Ia kemudian dikabarkan tinggal di wilayah Morowali dengan identitas baru sebagai Zen. Ingatannya mulai pulih setelah melihat sebuah video tentang Jembatan Bongka di platform TikTok, memicu keinginannya untuk pulang. Namun, kronologi detail ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari keluarga dan pihak terkait, termasuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengelola data korban.
Unggahan viral ini segera menarik perhatian dan mengundang tanggapan emosional dari banyak warganet. Terutama, keluarga-keluarga lain yang masih mencari kerabat mereka sejak peristiwa bencana 2018 turut merasakan harapan yang kembali tumbuh. Banyak yang mengungkapkan perasaan campur aduk antara kebahagiaan dan keinginan untuk keajaiban serupa.
“Itu yg menjadi pertanyaan kami.., skali lg maaf, krn kami jg masih berharap keajaiban,” kata Anya Kalukubula Meubel, yang mengaku keluarganya juga kehilangan seorang adik.
Harapan untuk menemukan anggota keluarga yang hilang sejak bencana 2018 masih sangat besar. Evie Mokoginta, misalnya, mengungkapkan bahwa adiknya menjadi salah satu korban likuefaksi di Petobo dan hingga kini belum diketahui nasibnya. Ia turut berharap mendapatkan kepastian mengenai keberadaan sang adik yang juga seorang Penyintas Gempa Palu Kembali.
Kisah kembalinya Rafka Alfarizqi ini kembali menghidupkan harapan bagi banyak keluarga korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Palu. Penting untuk memastikan identitas serta kronologi kepulangan Rafka melalui keterangan resmi keluarga dan pihak berwenang agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan kebingungan. Bagi keluarga yang masih menanti kabar orang tercinta, cerita Penyintas Gempa Palu Kembali ini menjadi pengingat akan panjangnya perjuangan dan kekuatan harapan.SHD