PALU, HAWA — Pemerintah Kota Palu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu akan memantau secara ketat perkembangan kualitas udara Palu dan kondisi cuaca selama tiga hari ke depan. Pemantauan ini dilakukan guna memutuskan apakah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dapat kembali dilanjutkan atau harus diperpanjang, menyusul kebijakan pengalihan pembelajaran ke sistem daring untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK)/PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlaku sejak Senin, 19 Oktober 2026 hingga Rabu, 21 Oktober 2026.

Langkah penundaan pembelajaran tatap muka ini diambil karena kondisi kualitas udara Palu, meskipun menunjukkan tren penurunan tingkat pencemaran, dinilai masih belum aman bagi kesehatan anak-anak. Keputusan ini merupakan hasil musyawarah jajaran Pemerintah Kota Palu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama Sekretaris Daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, dan pihak rumah sakit.

“Berdasarkan kondisi udara di Kota Palu, walaupun sudah mengalami penurunan—insyaallah akan terus mengalami penurunan lebih membaik—tapi dengan kondisi saat ini, walaupun sudah mengalami penurunan, tetapi masih tetap dalam kondisi belum baik,” kata Hardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Hardi menjelaskan, proses pembelajaran akan dilangsungkan dengan sistem daring untuk sementara waktu. Pihaknya akan melihat perkembangan kualitas udara Palu selama tiga hari ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Proses pembelajaran akan dilangsungkan dengan pembelajaran secara daring, baik PAUD, SD maupun SMP. Kita lihat selama tiga hari ini. Ketika nanti tiga hari pembelajaran daring cuaca sudah bagus, maka kita akan kembali belajar tatap muka,” kata Hardi.

Ia juga mengimbau seluruh kepala sekolah, pengawas, dan guru untuk segera meneruskan informasi ini kepada orang tua siswa agar skema belajar daring dapat berjalan optimal. Pemkot Palu berkomitmen memprioritaskan kesehatan anak-anak sekolah serta merespons kekhawatiran masyarakat dan orang tua terkait kualitas udara Palu.

“Mohon disampaikan kepada orang tua siswa bahwa mulai hari Senin, Selasa sampai Rabu, ini kita belajar daring sambil kita menunggu cuaca Kota Palu menjadi lebih baik,” imbau Hardi.

Berdasarkan data pemantauan BMKG yang diterima BPBD Kota Palu per Minggu, 18 Oktober 2026, tingkat pencemaran partikulat udara telah menurun dibanding puncaknya pada 16 Oktober lalu. Konsentrasi PM2.5 tercatat turun dari 251 µg/m³ menjadi 160 µg/m³, dan PM10 dari 249 µg/m³ menjadi 162 µg/m³. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong dalam tingkat yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gangguan pernapasan.

Pemerintah Kota Palu telah menyiagakan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi potensi keluhan kesehatan warga. Selain itu, masyarakat diimbau agar tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan untuk menjaga kesehatan dari dampak kualitas udara Palu yang belum sepenuhnya normal.