PALU, HAWA – Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/06). Berdasarkan data terbaru hingga pukul 18.30 WITA, Update Gempa Palu M 6,7 menunjukkan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup masif di Kabupaten Sigi, Kota Palu, hingga Parigi Moutong.

Pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,04 LS dan 120,23 BT, tepatnya 42 km arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal 10 km. Guncangan kuat ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif Palu-Koro yang merupakan zona paling rawan pergeseran lempeng di wilayah tersebut.

“Gempa tektonik bermagnitudo 6,7 tersebut tercatat pada pukul 10.27 WIB dengan tingkat guncangan yang dirasakan sangat kuat,” kata pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui keterangan resminya.

Di Kota Palu, Update Gempa Palu M 6,7 mengakibatkan keretakan serius pada struktur Jembatan 3 Palu sehingga akses tersebut kini ditutup total demi keamanan warga. Kerusakan juga menyasar gedung publik seperti Auditorium Universitas Tadulako, Hotel Best Western, hingga sejumlah tempat usaha yang berada di Jalan Manimbaya.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling parah dengan laporan terjadinya tanah longsor di kawasan Gunung Nokilalaki dan Gunung Kamarora. Sebanyak 24 rumah warga di Desa Tongoa dilaporkan rusak, sementara akses jalan menuju Desa Lembantongoa terputus akibat tertimbun material longsor di enam titik berbeda.

Data korban luka di Kabupaten Sigi mencatat 21 warga luka ringan di Desa Bora dan delapan orang lainnya menderita luka berat di wilayah Palolo serta Nokilalaki. Saat ini sebagian besar masyarakat memilih mengungsi di lapangan terbuka menggunakan tenda darurat karena khawatir akan potensi guncangan susulan.

Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, total kerusakan bangunan mencapai 15 unit rumah warga yang tersebar di wilayah Desa Torue dan Desa Boyatongo. Tim reaksi cepat terus melakukan validasi data dampak Update Gempa Palu M 6,7 guna memastikan penyaluran bantuan logistik berupa terpal dan air bersih tepat sasaran bagi penyintas.