PALU, HAWA – Peristiwa Gempa Palu Magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa 16/06 pukul 11.27 WITA mengakibatkan penutupan akses Jembatan III Palu karena adanya laporan keretakan. Guncangan tektonik yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer ini sempat memicu kepanikan warga karena bertepatan dengan momen Tahun Baru Islam.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, segera memerintahkan penutupan sementara akses jembatan tersebut guna menjamin keselamatan masyarakat. Langkah ini diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis menyeluruh untuk memastikan apakah dampak Gempa Palu Magnitudo 6,7 merusak struktur utama atau tidak.

“Saya minta semua kepala dinas aktifkan HT. Pantau seluruh wilayah, kondisi warga dan bangunan,” kata Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu.

Menanggapi foto keretakan yang beredar, Dosen Teknik Sipil Universitas Tadulako, Alamsyah Palenga, memberikan analisis teknis. Menurutnya, area yang terlihat retak merupakan zona pertemuan antara plat jembatan dan plat injak yang secara struktural memang didesain tidak menyatu.

“Desain keduanya memang terpisah berapa sentimeter. Saat gempa, plat jembatan bergerak dalam frekuensi berbeda dengan plat injak, maka retaklah bagian aspal di atasnya,” kata Alamsyah Palenga, Founder The Celebes Initiative.

Alamsyah menambahkan bahwa jika tidak ada kerusakan struktural, munculnya retakan aspal tersebut justru menunjukkan desain fleksibilitas jembatan bekerja dengan sempurna. Namun, ia mendukung tindakan pencegahan petugas yang menutup jalan hingga pemeriksaan oleh ahli forensik struktur selesai dilakukan.

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), guncangan ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Wilayah Torue dan Palolo dilaporkan menerima getaran paling keras pada skala VI hingga VII MMI.

Dampak Gempa Palu Magnitudo 6,7 juga menyebabkan kerusakan material pada Kantor Bupati Sigi dan Auditorium Universitas Tadulako. Para pasien di RSUD Undata bahkan sempat dievakuasi ke luar gedung guna menghindari risiko guncangan susulan yang mungkin terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.LIA