JAKARTA, HAWA – Toyota mengumumkan penarikan sekitar 655.000 unit sedan Camry secara global pada Selasa (11/08), karena adanya gangguan perangkat lunak pada layar panel instrumen yang berpotensi mematikan indikator keselamatan utama. Penarikan Toyota tarik Camry ini dilakukan untuk memastikan keamanan pengendara.
Penarikan global Toyota tarik Camry ini melibatkan kendaraan yang diproduksi antara Desember 2023 hingga Juli 2026 di fasilitas manufaktur yang tersebar di Amerika Serikat, Jepang, dan Thailand. Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) mencatat, sebanyak 508.354 unit dari jumlah tersebut merupakan model Camry Hybrid tahun 2025-2026 yang beredar di Amerika Serikat. Masalah ini menjadi perhatian serius karena Toyota tarik Camry dalam jumlah besar.
Masalah teknis yang menjadi penyebab Toyota tarik Camry ini secara spesifik menimpa varian Camry tipe LE, SE, dan Nightshade yang dibekali layar instrumen gabungan berukuran 7 inci. Layar tersebut berisiko kosong atau mati saat mobil dinyalakan, menimbulkan potensi bahaya. Sementara itu, varian XLE dan XSE yang menggunakan layar berukuran 12,3 inci dipastikan tidak terdampak oleh masalah ini, sehingga tidak termasuk dalam daftar penarikan Toyota tarik Camry.
Kegagalan sistem pada layar 7 inci ini tidak hanya memengaruhi tampilan, tetapi juga turut mematikan lampu sein, lampu hazard, serta indikator peringatan suara seperti pengingat sabuk pengaman dan kunci pintar. Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan federal AS FMVSS nomor 101, 108, 114, dan 208, yang menjadi dasar penting dalam keputusan Toyota tarik Camry ini.
Pihak produsen secara terbuka mengakui bahwa gangguan pada instrumen gabungan tersebut berpotensi menimbulkan bahaya serius saat berkendara bagi para pengguna. Oleh karena itu, langkah Toyota tarik Camry ini dianggap penting.
“Meter kombinasi 7 inci mungkin menjadi kosong saat startup,” kata Toyota dalam sebuah pernyataan. “Hal ini juga dapat menonaktifkan lampu sein dan lampu hazard serta suara bel peringatan tertentu (seperti pengingat kunci pintar dan pengingat sabuk pengaman pengemudi/penumpang). Hal ini dapat menyebabkan kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan federal tertentu.”
Produsen otomotif asal Jepang tersebut menambahkan bahwa kegagalan fungsi tersebut berisiko meningkatkan ancaman kecelakaan bagi para pengguna jalan. Keputusan Toyota tarik Camry adalah respons untuk mencegah insiden lebih lanjut.
“Jika informasi yang diperlukan tidak ditampilkan pada meter kombinasi, jika lampu sein/hazard tidak berfungsi, atau jika bel peringatan tertentu tidak aktif, risiko cedera atau kecelakaan dapat meningkat tergantung pada situasi spesifiknya,” tambah pernyataan tersebut.
Investigasi internal Toyota menunjukkan bahwa masalah ini bermula dari laporan keluhan pada Juli 2024, hingga akhirnya cacat perangkat lunak berhasil teridentifikasi. Untuk mengatasi potensi bahaya tersebut, Toyota Motor North America akan memperbarui perangkat lunak unit yang terdampak secara gratis di dealer resmi, sebagai bagian dari upaya penarikan Toyota tarik Camry ini.
Surat pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan yang terdampak dijadwalkan mulai dikirimkan pada 21 September 2026 dan ditargetkan selesai pada awal Oktober 2026. Ini adalah langkah lanjutan setelah keputusan Toyota tarik Camry diumumkan.*/LIA