PALU, HAWA – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada Kamis, 10 September 2026. Meskipun tidak diberi kesempatan berbicara di depan massa, Hj. Wiwik menegaskan bahwa PKS Sulteng apresiasi mahasiswa yang telah menyuarakan isu-isu penting seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan penolakan LGBT.

“Saya apresiasi. Terutama yang terkait DBH dan LGBT. Ini isu kita bersama. Saya gembira, karena adik-adik mahasiswa mau peduli. Ayo sama-sama kita berjuang,” kata Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, setelah menemui massa aksi.

Mengenai isu DBH, Bunda Wiwik menjelaskan bahwa DPRD Sulteng merupakan inisiator Forum DPRD-DPRD yang melibatkan daerah penghasil nikel untuk menyuarakan tuntutan DBH. Komisi IV DPRD Sulteng juga telah melakukan kunjungan dan lobi ke Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, serta DPR RI.

“Komisi IV, juga sudah datang ke Kementerian ESDM, ke Kementerian Keuangan, sudah lobi ke DPR-RI, sudah ke Kementerian keuangan. Sekarang alhamdulillah sementara berproses,” tambahnya. Dengan adanya dukungan dari mahasiswa, PKS Sulteng apresiasi mahasiswa karena pemerintah pusat diharapkan dapat segera merealisasikan janjinya untuk menghitung dan memberikan DBH sesuai hak wilayah penghasil nikel.

Lebih lanjut, terkait desakan Peraturan Daerah (Perda) penolakan LGBT, Bunda Wiwik menyatakan bahwa prosesnya sudah dimulai. Tepat sebelum menemui massa aksi, Komisi IV telah mengadakan pertemuan dan salah satu keputusannya adalah menargetkan Perda ini dapat disahkan pada tahun 2027. PKS Sulteng apresiasi mahasiswa atas dorongan ini.

“Prosesnya sudah kita mulai. Sebab untuk melahirkan regulasi atau Perda itu kan prosesnya tidak singkat. Tapi bismillah, 2027 kita targetkan, Perda anti LGBT bisa dibahas dan ditetapkan,” tegas Bunda Wiwik. Perjuangan PKS Sulteng apresiasi mahasiswa ini dianggap penting untuk menjaga moralitas dan nilai-nilai masyarakat.***