PALU, HAWA – Fenomena fatherless atau kondisi di mana anak kehilangan peran serta keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan menjadi perhatian serius Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap lahirnya Forum Ayah sebagai solusi positif untuk menguatkan peran penting ayah dalam keluarga.

Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, menilai persoalan fenomena fatherless ini harus mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Kehadiran ayah dalam keluarga tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek pengasuhan, pendidikan, keteladanan, dan pembentukan karakter anak.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada 31 Agustus 2026. Bunda Wiwik yang juga menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah serta Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, menyambut baik inisiatif Forum Ayah yang digagas oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Menurutnya, Forum Ayah merupakan langkah proaktif yang sangat positif untuk mendorong keterlibatan laki-laki dalam proses pengasuhan anak dan memperkuat ketahanan keluarga secara keseluruhan. Fenomena fatherless memang memerlukan intervensi seperti ini.

“Forum Ayah ini menjadi ruang yang sangat baik untuk menguatkan kembali peran ayah di dalam keluarga. Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, sahabat, sekaligus teladan bagi anak-anaknya,” kata Bunda Wiwik.

Ia menambahkan bahwa perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi unit keluarga. Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua secara utuh, termasuk perhatian, komunikasi, dan pendampingan yang intensif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun pesatnya perkembangan teknologi. Ini menjadi urgensi untuk mengatasi fenomena fatherless.

Oleh karena itu, menurut Bunda Wiwik, penguatan peran ayah harus menjadi bagian penting dalam upaya bersama membangun keluarga yang tangguh dan adaptif. Kehadiran ayah adalah kunci untuk menghindari fenomena fatherless.

“Anak membutuhkan sosok ayah yang hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional. Ada komunikasi, ada perhatian, ada keteladanan dan ada waktu yang diberikan untuk anak,” ujarnya.

Bunda Wiwik menilai keberadaan Forum Ayah, yang merupakan salah satu program unggulan Bipeka PKS, dapat menjadi wadah efektif. Wadah ini bisa digunakan untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas para ayah, sekaligus mendorong terbentuknya budaya pengasuhan yang lebih baik di tengah keluarga, guna mengatasi fenomena fatherless.

Ia berharap Forum Ayah tidak berhenti hanya sebagai forum pertemuan semata, tetapi juga dapat melahirkan gerakan yang lebih luas di tengah masyarakat. Harapannya, para ayah yang tergabung dalam forum ini bisa menjadi penggerak positif di lingkungan masing-masing.

“Harapannya, para ayah yang tergabung dalam forum ini bisa menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Dari keluarga yang kuat akan lahir anak-anak yang memiliki karakter kuat,” jelasnya.

Menurut Bunda Wiwik, persoalan fenomena fatherless juga harus dilihat sebagai persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi erat. Penguatan keluarga memerlukan sinergi antara keluarga itu sendiri, masyarakat luas, dan pemerintah. Ia mendorong agar program-program yang berkaitan dengan ketahanan keluarga terus diperkuat dan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Kalau kita ingin membangun generasi yang berkualitas, maka investasi pertama adalah keluarga. Dan dalam keluarga, ayah dan ibu memiliki peran yang sama-sama penting,” tutur Wiwik.

Ia menegaskan bahwa penguatan peran ayah sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengurangi peran ibu dalam keluarga. Sebaliknya, keterlibatan aktif ayah dan ibu secara bersama-sama akan menciptakan lingkungan pengasuhan yang jauh lebih sehat bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Ini bukan soal siapa yang lebih penting antara ayah dan ibu. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Anak membutuhkan kehadiran keduanya,” pungkasnya.***