SIGI, HAWA.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual melalui konferensi video dari Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dihadiri langsung Presiden RI bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, serta Kapolri.
Di Desa Lolu, Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah Marlelah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sigi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut Presiden, pembangunan fisik dan sistem koperasi berjalan cepat dalam waktu kurang dari tujuh bulan sejak dimulai pada November 2025. Saat ini, lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi disebut siap dioperasikan di seluruh Indonesia.
“Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Kita harus mengikis habis mentalitas rendah diri terhadap asing. Kita adalah bangsa yang besar dan mampu mengelola urusan kita sendiri, termasuk menjamin pangan untuk 287 juta rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota siap mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut di wilayah Sulawesi Tengah.
Menurutnya, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menekan angka kemiskinan melalui sistem ekonomi berbasis gotong royong dan kekeluargaan.
Berdasarkan data per 15 Mei 2026, dari target 1.981 koperasi desa dan kelurahan di Sulawesi Tengah, sebanyak 669 gerai koperasi saat ini berada dalam tahap pembangunan fisik. Dari jumlah tersebut, 60 gerai telah rampung 100 persen.
Kabupaten Poso tercatat menjadi daerah dengan capaian pembangunan tercepat dengan 15 gerai koperasi selesai sepenuhnya. Sementara Kabupaten Morowali Utara menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan gerai di bawah 50 persen terbanyak, yakni mencapai 113 gerai.
Program Koperasi Merah Putih juga dirancang untuk mendukung berbagai program prioritas nasional di tingkat desa, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan cek kesehatan gratis, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain menjadi pusat penyerapan hasil bumi masyarakat, koperasi tersebut juga akan difungsikan sebagai pusat layanan terpadu, mulai dari penyaluran gas subsidi, layanan logistik bersama PT Pos Indonesia, penyaluran bantuan pemerintah, penyediaan apotek murah, hingga fasilitasi permodalan usaha mikro melalui program PNM Mekaar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga pengurus koperasi yang telah mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di daerah.
Melalui peresmian itu, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga sinergi dalam pembinaan, pengawasan, dan evaluasi koperasi agar mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.LIA