PALU, HAWA – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Palu sukses menggelar lomba sepatu roda Palu sprint 100 meter di Jalan Penggaraman Talise, pada Minggu 26/05. Ajang ini diikuti 23 peserta muda, bertujuan menjaring bibit atlet berbakat untuk pembinaan olahraga sepatu roda di daerah.

Perlombaan ini membagi peserta dalam tiga kategori utama: Pemula (tahun kelahiran 2017-2020), Kategori A (tahun kelahiran 2017-2020), dan Kategori B (tahun kelahiran 2014-2017). Mengusung tema “Penuh Semangat dan Energi, Meluncur Cepat untuk Meraih Prestasi”, setiap peserta menunjukkan semangat tinggi dalam ajang lomba sepatu roda Palu ini.

Sebanyak 23 peserta unjuk gigi memamerkan kelincahan dan kecepatan mereka di atas lintasan. Sejak bendera start dikibarkan, keseruan langsung pecah di setiap kategori, menciptakan atmosfer kompetitif yang mengundang perhatian para penonton dan orang tua.

Kompetisi dirancang dalam tiga babak yang menantang fisik dan fokus atlet. Babak pertama adalah time trial untuk mencatatkan waktu terbaik, lalu empat roller tercepat melaju ke babak kedua secara head-to-head. Babak final menjadi penentuan, mempertemukan dua peserta tersisa untuk memperebutkan podium juara satu, dua, dan tiga dalam lomba sepatu roda Palu ini.

Ketegangan tidak hanya dirasakan oleh para atlet cilik yang melesat di lintasan. Di pinggir trek, para orang tua juga tampak tegang, menyuarakan sorakan semangat, mengepalkan tangan, dan menahan napas menyaksikan buah hati mereka berjuang keras di atas roda.

Ketua Porserosi Kota Palu, Sarfan, menegaskan bahwa ajang ini merupakan langkah konkret untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat asal Kota Palu.

“Harapan ke depannya adalah melihat banyaknya klub sepatu roda yang mulai tumbuh. Kami tidak akan berhenti di sini. Setelah ini, kami juga berencana merambah ke kegiatan skateboard,” kata Sarfan, optimistis.

Meski demikian, Sarfan tidak menampik adanya tantangan besar di sektor infrastruktur. Hingga saat ini, Kota Palu belum memiliki sirkuit atau arena yang representatif untuk pusat latihan maupun kompetisi resmi olahraga sepatu roda. Beruntung, secercah harapan muncul lewat dukungan finansial dari pemerintah daerah.

“Kami sedang mengupayakan pembangunan atau renovasi infrastruktur pada tahun depan, memanfaatkan dana stimulan pembinaan yang kami dapatkan,” tambah Sarfan.

Harapan serupa diapungkan oleh Ramli, salah satu orang tua peserta lomba sepatu roda Palu. Meski anaknya baru berlaga di kelas pemula, ia mengaku bangga melihat adanya wadah positif seperti ini.

“Semoga ke depannya pemerintah memberikan perhatian lebih, terutama untuk perbaikan arena yang permanen (paten). Kita butuh fasilitas layak agar anak-anak bisa lebih berprestasi dan mampu mewakili Sulawesi Tengah di kancah nasional,” harap Ramli.

Agenda balapan ini juga mendapat atensi khusus dari para petinggi olahraga daerah. Selain Sarfan, tampak hadir Sekretaris Porserosi Provinsi Sulawesi Tengah, Hendra Iskandar, serta Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus, menunjukkan dukungan terhadap geliat lomba sepatu roda Palu.

Secara keseluruhan, gelaran sprint 100 meter ini sukses memantik api semangat para atlet muda. Sebagai bentuk apresiasi, para peraih podium berhak membawa pulang medali, sertifikat, dan uang pembinaan, yang menjadi motivasi kuat bagi mereka. Sementara itu, seluruh partisipan lainnya tetap dianugerahi sertifikat penghargaan.*/LIA