SIGI, HAWA – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, mendorong Karang Taruna untuk menjadi garda terdepan dalam upaya Karang Taruna cegah narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Pesan ini disampaikan Wagub Reny saat membuka Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 tingkat Kabupaten Sigi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Bintang Muda, Desa Solowe, Kabupaten Sigi, pada Selasa, 20 Oktober.
Menurut Wagub Reny, perang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif Karang Taruna cegah narkoba, akan menjadi kunci efektivitas dalam menangkal bahaya narkoba yang mengancam masa depan bangsa.
“Tidak bisa hanya pemerintah sendiri yang menghapus narkoba ini. Harus kita bergandengan tangan,” kata dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, menegaskan pentingnya kerjasama seluruh pihak dalam memerangi narkoba.
Wagub Reny lebih lanjut berharap Karang Taruna dapat berfungsi sebagai tameng yang kuat, melindungi generasi muda dari paparan dan jebakan narkoba. Peran Karang Taruna cegah narkoba sangat strategis mengingat kedekatannya dengan komunitas pemuda di akar rumput.
Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya memulai pencegahan narkoba dari lingkungan terdekat pemuda. Ini mencakup keluarga, sirkel pergaulan, hingga berbagai komunitas pemuda yang ada di tingkat desa. Karang Taruna diharapkan dapat menginisiasi gerakan pencegahan di lingkungan-lingkungan tersebut.
Wagub Reny juga meminta agar para pemuda saling mengingatkan satu sama lain dan tidak membiarkan teman sebayanya terjerumus ke dalam jurang narkoba tanpa adanya kepedulian. Semangat kebersamaan dan kepedulian di antara anggota Karang Taruna cegah narkoba menjadi kunci.
“Jangan biarkan masa depan pemuda menjadi ladang panen narkoba. Karang Taruna harus menjadi garda terdepan yang melindungi generasi muda dan memastikan mereka tumbuh sehat, produktif, serta bebas dari narkoba,” tandas dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.