PALU, HAWA.ID – Kecelakaan kerja yang kembali terjadi di kawasan industri Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, mendapat perhatian DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab penuh atas insiden yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia. Ia juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri tersebut.
Menurut Syarifudin, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri, terutama pada sektor pengolahan mineral dan smelter yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terus berulang. Perusahaan harus bertanggung jawab dan memastikan seluruh sistem keselamatan kerja berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Syarifudin, Jumat (31/7).
Politikus Partai Demokrat itu menilai insiden tersebut harus menjadi momentum bagi perusahaan, pemerintah daerah, dan instansi pengawas ketenagakerjaan untuk mengevaluasi sistem manajemen keselamatan kerja secara menyeluruh.
Ia mengingatkan bahwa penerapan K3 bukan sekadar kebijakan internal perusahaan, melainkan kewajiban yang diatur dalam berbagai regulasi nasional.