PALU, HAWA – Puluhan jurnalis di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin, 14 September, menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan proses pencarian lima jurnalis hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten. Kegiatan ini menjadi wujud solidaritas agar kelima pewarta segera ditemukan dalam kondisi selamat setelah seminggu pencarian.
Doa bersama yang diadakan di Taman Nasional Kota Palu dan dipimpin oleh Ustadz Idhan S. Komi ini, turut dihadiri oleh berbagai organisasi pers. Kehilangan kontak lima jurnalis saat bertugas ini menjadi perhatian serius bagi komunitas pers nasional, khususnya di Palu.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Muhammad Rifki, mengatakan, “Sejauh ini untuk satu minggu berlalu, update terbaru dari teman-teman PFI Pusat belum ada informasi terkini soal hilangnya kawan kita yang melakukan peliputan di GAK.” Harapan besar tersemat agar pencarian jurnalis hilang ini membuahkan hasil terbaik.
PFI Pusat juga telah menyampaikan agar proses pencarian terus dilanjutkan. Jurnalis di Palu berharap operasi pencarian jurnalis hilang dapat memberikan hasil positif.
Doa bersama tersebut juga ditujukan untuk mendukung kelancaran tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh unsur SAR yang masih melakukan pencarian, termasuk terhadap jurnalis hilang LKBN ANTARA, Bagus Khoirunnas.
Kegiatan solidaritas tersebut diikuti jurnalis yang tergabung dalam PFI Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah. Selain menggelar doa bersama dan menyalakan lilin, para jurnalis juga menuliskan pesan dan harapan di atas kain putih berukuran besar, sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga jurnalis hilang dan tim pencari.
Kepala LKBN ANTARA Biro Sulawesi Tengah, Muhammad Zulfikar, menyatakan bahwa ANTARA berkomitmen penuh mendukung proses pencarian. “Dari awal ANTARA sebagai kantor berita memaksimalkan koordinasi dengan Basarnas, Polda Banten, termasuk keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan,” kata Muhammad Zulfikar. Ia menambahkan, “Beberapa langkah yang sudah dilakukan ANTARA seperti ikut langsung turun lapangan dalam pencarian bersama Basarnas. Bahkan tadi Direktur Utama Pemberitaan ANTARA juga ikut langsung untuk mencari keberadaan mereka.”
Menurutnya, hingga kini lima jurnalis hilang bersama tiga anak buah kapal (ABK) yang berada dalam satu kapal saat menjalankan tugas peliputan tersebut belum ditemukan. PFI Palu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basarnas atas keputusan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan, menunjukkan komitmen terhadap upaya pencarian jurnalis hilang ini.
Perpanjangan masa pencarian tersebut dinilai menunjukkan komitmen tim Basarnas bersama seluruh unsur potensi SAR yang terlibat untuk terus melakukan upaya pencarian, meskipun menghadapi tantangan cuaca dan kondisi laut yang dinamis. Para jurnalis di Palu berharap seluruh upaya pencarian dapat membuahkan hasil dan lima pewarta bersama tiga ABK segera ditemukan dalam kondisi selamat.