PALU, HAWA.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi membuka Nambaso Fest yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tengah di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Selasa (14/4/2026) malam.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan Nambaso Fest menjadi perhatian karena digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menghalangi pemerintah daerah untuk tetap menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
“Sekalipun dalam suasana efisiensi, semarak peringatan ini tidak berkurang. Itulah makna Nambaso, semangat untuk terus berbuat bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terselenggaranya festival tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama kontribusi sponsor dan partisipasi pihak ketiga yang turut membantu pembiayaan kegiatan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini didukung penuh oleh sponsor, sehingga tidak menggunakan APBD,” tegasnya.
Menurut Anwar, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadirkan kegiatan publik tanpa membebani keuangan daerah. Model seperti ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi alternatif dalam penyelenggaraan kegiatan serupa di tengah keterbatasan fiskal.
Selain menjadi ajang hiburan, Nambaso Fest juga dimaknai sebagai momentum memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap Sulawesi Tengah.
Gubernur turut menggambarkan daerah ini sebagai “rumah bersama” yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia unggul yang berkiprah hingga tingkat nasional maupun internasional.
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan lokasi kegiatan menjadi ruang publik yang lebih representatif di masa mendatang.
“Ke depan, tempat ini kita rencanakan menjadi alun-alun kota yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan,” katanya.
Nambaso Fest dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 April 2026, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas.
Pemerintah berharap, penyelenggaraan festival berbasis kolaborasi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
“Yang terpenting adalah semangat gotong royong tetap hidup. Itu yang menjadi kekuatan kita,” pungkasnya.LIA