PALU, HAWA.ID — Rencana pembangunan hunian tetap (huntap) tahap kedua bagi warga terdampak bencana di Kota Palu masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administrasi, terutama penetapan lokasi pembangunan di kawasan Duyu, Kecamatan Tatanga.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (27/4/2026), yang dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, anggota Komisi C DPRD Kota Palu Andris, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Rapat tersebut membahas langkah percepatan pembangunan huntap bagi masyarakat yang hingga kini belum memperoleh tempat tinggal permanen pascabencana.

Anggota Komisi C DPRD Kota Palu, Andris, mengatakan pembahasan difokuskan pada upaya mencari solusi agar program pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan.

“Pembahasan ini pada prinsipnya untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kota Palu yang masih menunggu hunian tetap,” kata Andris usai rapat.

Dalam pertemuan itu, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 370 unit huntap di wilayah Duyu. Namun, pelaksanaan proyek masih belum dapat berjalan karena beberapa persyaratan administrasi belum tuntas.

Menurut Andris, salah satu tahapan yang harus segera diselesaikan adalah penetapan lokasi (penlok), yang menjadi dasar hukum sebelum pembangunan dapat dilanjutkan.

“Ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti. Yang paling penting saat ini adalah penyelesaian penetapan lokasi. Setelah itu, baru dilakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan lokasi merupakan tahapan awal yang wajib dipenuhi sebelum pemerintah memasuki proses berikutnya, termasuk penyampaian informasi kepada warga mengenai lokasi pembangunan dan mekanisme penempatan hunian.

Meski kebutuhan hunian bagi warga terdampak dinilai mendesak, pemerintah belum dapat memastikan jadwal dimulainya pembangunan. Selain penetapan lokasi, aspek pendanaan juga masih menjadi faktor yang menentukan kelanjutan proyek tersebut.

“Target pelaksanaan pada tahun ini masih belum bisa dipastikan karena bergantung pada proses penyelesaian lokasi dan dukungan anggaran yang tersedia,” kata Andris.

Pembangunan Huntap 2 Duyu diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga terdampak bencana yang hingga saat ini masih menantikan kepastian tempat tinggal permanen. Pemerintah Kota Palu bersama pihak terkait terus berupaya mempercepat penyelesaian tahapan yang diperlukan agar program tersebut dapat segera direalisasikan.LIA