Jakarta, HAWA – Kabar mengejutkan datang dari Jakarta, Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah menjabat sekitar tujuh minggu, dengan alasan kondisi kesehatan yang membutuhkan pengobatan jantung.

Nanik S. Deyang sebelumnya diangkat menjadi Kepala BGN pada 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan ini hanya berlangsung singkat sebelum kabar pengunduran diri Nanik S. Deyang mencuat ke publik.

Pengunduran diri Nanik S. Deyang ini dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada 21 Juli 2026. Sumber tersebut menyebutkan alasan utama adalah kondisi kesehatan Nanik S. Deyang yang memerlukan penanganan medis, khususnya pengobatan jantung.

“Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan,” tulis Liputan6, mengutip pernyataan Dirgayuza Setiawan.

Kabar ini beredar di tengah upaya restrukturisasi internal Badan Gizi Nasional yang sedang gencar dilakukan. Hanya sehari sebelum kabar pengunduran diri Nanik S. Deyang, BGN baru saja memperkenalkan lima pejabat baru pada 21 Juli 2026, termasuk Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Perubahan cepat di pucuk pimpinan BGN ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesinambungan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan sangat bergantung pada stabilitas kepemimpinan BGN.

Sebelum menjadi Kepala BGN, Nanik S. Deyang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Dinamika manajemen di lembaga ini memang cukup aktif, dengan pergantian pimpinan sebelumnya terjadi pada awal Juni 2026. Publik kini menantikan pengumuman mengenai pengganti definitif untuk melanjutkan program BGN.*/LIA