JAKARTA, HAWA – Pemerintah memperingati puncak Hari Anak Nasional 2026 pada 23/07 di Jakarta dengan mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan guna memperkuat komitmen pemenuhan hak anak Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi memimpin rangkaian acara yang berlangsung sejak 15/07 hingga 22/07. Fokus utama dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 adalah menciptakan ruang aman bagi anak melalui kampanye nasional Bersama Lindungi Anak atau BERLIAN.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan 200 kg ikan segar kepada anak-anak di PSBN Cahaya Batin Jakarta Timur. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan angka kekurangan gizi di kalangan generasi muda yang ditekankan dalam momen Hari Anak Nasional 2026.

“Sebentar lagi kita akan merayakan HAN ke-42 tahun 2026. Ini adalah hari kalian, hari untuk merayakan kegembiraan seluruh anak Indonesia,” kata Arifah Fauzi, Menteri PPPA.

“Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto sangat mencintai anak-anak Indonesia. Oleh karena itu Bapak Presiden berkomitmen agar tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi,” kata Arifah Fauzi, Menteri PPPA saat membacakan pesan presiden terkait Hari Anak Nasional 2026.

“Mari bersama melindungi anak di berbagai ruang, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital,” kata Pratikno, Menko PMK.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini juga dimeriahkan dengan gelaran budaya Nusantara yang menampilkan beragam seni tradisional dari berbagai daerah. Kegiatan desentralisasi turut dilakukan di wilayah lain seperti Bekasi untuk menjangkau partisipasi anak secara lebih luas dalam merayakan hari besar mereka.

Penetapan tanggal 23/07 sebagai hari nasional merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 yang bertepatan dengan pengesahan undang-undang kesejahteraan anak. Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor semakin solid demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.