JAKARTA, HAWA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak akan masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Megawati menyatakan dirinya telah menyampaikan langsung sikap tersebut kepada Prabowo, memilih menempatkan PDI Perjuangan di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang, bukan oposisi.

Pernyataan ini disampaikan Megawati dalam acara “Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II” yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Senin, 10 Agustus 2026. Megawati secara eksplisit menolak penyebutan PDI Perjuangan sebagai oposisi, menegaskan posisinya sebagai penyeimbang dalam sistem politik Indonesia.

“Saya datang benar, ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, ‘Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang’,” kata Megawati.

“Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!” tambah Megawati, menolak label oposisi untuk PDI Perjuangan. Sikap PDIP tidak masuk kabinet Prabowo ini menjadi fokus perhatian publik.

Pernyataan Megawati tersebut mendapat respons dari juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, pada Kamis, 12 Agustus 2026. Gerindra menyatakan menghormati keputusan PDI Perjuangan untuk berada di luar pemerintahan.

“Kami dari Partai Gerindra menghargai dan menghormati sikap serta keputusan PDI Perjuangan untuk tetap berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang,” kata Bahtra Banong.

Menurut Bahtra, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik sangat penting bagi mekanisme checks and balances yang sehat dalam demokrasi. Gerindra juga menyebut perbedaan posisi politik ini tidak akan menghilangkan komunikasi, persahabatan, rasa saling menghormati, kekeluargaan, maupun semangat gotong royong. Meskipun PDIP tidak masuk kabinet Prabowo, hubungan baik diharapkan tetap terjalin.

“Di sisi lain, hubungan antara ketum kami, Presiden Prabowo dan Ibu Megawati memiliki sejarah yang panjang dan juga terjalin cukup baik. Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati,” ujar Bahtra.

Bahtra menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak melihat sikap PDIP tidak masuk kabinet Prabowo sebagai sesuatu yang perlu dipersoalkan. Hingga 14 Agustus 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai masuknya kader PDI Perjuangan ke dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Prabowo Subianto. PDI Perjuangan konsisten dengan sikap ini sejak awal pembentukan kabinet.*/LIA