PALU, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” pada Rabu, 12 Agustus, sebuah inisiatif dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng. Kegiatan ini menjadi momen krusial untuk memperkuat posisi Sulteng sebagai sentra durian unggulan di Indonesia dan membuka jalan bagi Ekspor Durian Sulteng ke pasar internasional.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa acara tersebut adalah titik awal penting bagi Sulteng untuk mencapai ambisi menjadi ‘raja durian dunia’. Potensi Ekspor Durian Sulteng sangat besar, terutama dengan branding khas yang telah dikembangkan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Sulteng kini memiliki identitas produk yang kuat melalui branding “Durian Vulcano Indonesia”. Branding ini diharapkan menjadi ciri khas durian asal Sulawesi Tengah di pasar nasional maupun internasional, sekaligus mendorong peningkatan Ekspor Durian Sulteng.
Perjuangan untuk menembus pasar ekspor telah dimulai jauh sebelum masa jabatannya. Gubernur menjelaskan bahwa Ekspor Durian Sulteng perdana berhasil direalisasikan pada tahun 2025 dan terus mengalami perkembangan signifikan hingga saat ini.
Dalam dua kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok, Gubernur juga membawa misi untuk memperkenalkan durian Sulteng. Ia menilai pasar Tiongkok memiliki peluang besar bagi Ekspor Durian Sulteng karena kedekatan geografis dan meningkatnya konektivitas transportasi antara Sulteng dan Tiongkok.
“Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa ambisi menjadikan Sulteng sebagai ‘raja durian dunia’ tidak dapat dicapai sendiri. Pemerintah dan dunia usaha harus mengambil peran sesuai fungsinya demi kemajuan Ekspor Durian Sulteng.
Pemerintah berperan sebagai regulator, menciptakan regulasi dan pelayanan yang memudahkan investasi serta perkembangan usaha. Sementara itu, dunia usaha menjadi operator yang menggerakkan kegiatan produksi dan Ekspor Durian Sulteng.
“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.
Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta mendukung pengembangan packing house, rumah durian, perizinan, hingga pembinaan petani. Dukungan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem durian yang kuat dari hulu hingga hilir, mendukung Ekspor Durian Sulteng berkelanjutan.
Durian bukan sekadar komoditas pertanian; ia memiliki potensi besar untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. Hal ini akan berdampak positif pada kesejahteraan.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.
Gubernur berharap pengembangan durian dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan. Ini penting agar Sulteng mampu memenuhi kebutuhan pasar sepanjang tahun dan mengoptimalkan Ekspor Durian Sulteng.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran dashboard potensi komoditi pertanian dan dihadiri oleh Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Dr. Fausiah T. Ladja, S.P.M., M.Si., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Wakil Bupati Morowali Irine Ilyas, serta Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, dan kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng.***