Seoul, HAWA – Starbucks Korea mengumumkan penutupan sementara seluruh 2.000 lebih gerai di Korea Selatan pada Senin, 22/06, untuk menyelenggarakan pelatihan wajib mengenai sejarah dan sensitivitas sosial. Langkah ini diambil setelah kampanye promosi “Tank Day” yang dianggap tidak sensitif terhadap Tragedi Gwangju 1980 memicu boikot pelanggan dan kecaman publik yang signifikan, mendorong Starbucks Korea Gwangju untuk bertindak.Kampanye kontroversial “Tank Day” diluncurkan pada 18/05/2026, bertepatan dengan peringatan Tragedi Gwangju 1980.
Promosi tersebut menawarkan diskon untuk seri tumbler “Tank” yang dengan cepat memicu kritik karena dianggap merujuk pada tank militer yang digunakan untuk menindas protes pro-demokrasi pada tragedi tersebut. Kampanye “Tank Day” oleh Starbucks Korea Gwangju dihentikan hanya beberapa jam setelah dimulai akibat reaksi keras dari masyarakat.
Akibat insiden tersebut, CEO Starbucks Korea dipecat pada 23/05/2026, beberapa hari setelah kampanye diluncurkan. Publik Korea Selatan, para politikus, dan media mengecam keras Starbucks, menyoroti kurangnya kepekaan perusahaan terhadap sejarah demokrasi Korea Selatan.
Perusahaan diperkirakan kehilangan 2.1 miliar won atau sekitar $1.4 juta dalam penjualan akibat penutupan tiga jam ini.Tekanan publik semakin besar, memaksa Chung Yong-jin, taipan retail Korea Selatan sekaligus pemilik Shinsegae Group yang mengoperasikan Starbucks di Korea Selatan, untuk mengeluarkan permintaan maaf kedua kalinya dalam dua minggu.
“Taipan ritel Korea Selatan Chung Yong-jin telah meminta maaf untuk kedua kalinya dalam dua minggu karena operasional lokal Starbucks menghadapi reaksi keras atas kampanye pemasaran baru-baru ini yang secara luas dianggap mengolok-olok para korban penumpasan militer berdarah terhadap para demonstran pro-demokrasi pada tahun 1980,” kata AP News pada 25/05/2026.
Penutupan gerai yang tidak biasa ini akan berlangsung pada pukul 15.00 waktu setempat dan seluruh karyawan diwajibkan mengikuti “pendidikan tentang kesadaran sejarah dan kepekaan sosial melalui menonton video”. Pelatihan ini, yang berlangsung selama tiga jam, bertujuan untuk memastikan setiap karyawan Starbucks Korea memiliki pemahaman mendalam tentang peristiwa penting dalam sejarah bangsa. Starbucks Korea Gwangju berharap langkah ini dapat membantu memulihkan kepercayaan publik.
“Pada Senin, karyawan di Starbucks Korea akan terlibat dalam ‘pendidikan tentang kesadaran sejarah dan kepekaan sosial melalui menonton video,’ sebagaimana dinyatakan oleh perusahaan,” kata BBC pada 15/06/2026.
Semua gerai di seluruh negeri akan kembali beroperasi normal pada 23/06/2026.Tragedi Gwangju 1980 adalah peristiwa kelam dalam sejarah Korea Selatan yang terjadi pada 18/05/1980. Saat itu, militer melakukan pembantaian terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi, menewaskan sedikitnya 165 warga sipil dan diperkirakan lebih banyak lagi. Sensitivitas terhadap peristiwa ini sangat tinggi di Korea Selatan, menjadikan kampanye “Tank Day” sebuah kesalahan fatal bagi Starbucks Korea Gwangju.
Langkah penutupan gerai nasional dan pelatihan wajib ini merupakan upaya Starbucks Korea untuk menunjukkan komitmen serius dalam memahami dan menghargai sejarah serta budaya lokal. Ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Starbucks Korea Gwangju, menegaskan betapa pentingnya kesadaran sosial dan historis bagi merek global yang beroperasi di pasar yang sensitif.