SIGI, HAWA – Peristiwa gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/06) mengakibatkan satu warga di Kabupaten Sigi meninggal dunia. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 18.51 WITA, dampak Gempa Palu M 6,7 ini juga mencederai 31 orang lainnya di berbagai lokasi terdampak.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Asse, seorang lansia warga Desa Ampera Palolo. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa korban sempat berada di area persawahan saat guncangan kuat terjadi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat kondisi medis di tengah kepanikan bencana.

“Iya betul pak, meninggal sementara di sawah akibat serangan jantung,” kata Lidya, warga Desa Harapan melalui pesan singkat.

Selain korban jiwa, tim di lapangan mencatat 22 warga mengalami luka ringan dan 9 orang menderita luka berat. Mayoritas cedera disebabkan oleh reruntuhan bangunan rumah saat Gempa Palu M 6,7 melanda pemukiman penduduk yang padat di wilayah tersebut.

Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Sigi mencakup 41 unit rumah warga yang terdampak langsung. Rinciannya terdiri dari 12 unit rusak berat, 6 unit rusak sedang, dan 23 unit rumah mengalami kerusakan ringan yang memengaruhi 89 kepala keluarga.

“Saat ini kami sedang rapat di lokasi dengan Bupati. Data bersumber dari Pusdalops yang dihimpun Pemerintah Kab Sigi dan BPBD Sigi,” kata Hendri, perwakilan dari BPBD Kabupaten Sigi.

Dampak Gempa Palu M 6,7 juga meluas ke berbagai fasilitas publik di zona merah. Tercatat 6 rumah ibadah, 2 unit kantor pemerintah, serta 1 unit tempat usaha UMKM mengalami kerusakan akibat aktivitas sesar aktif Palu-Koro yang sangat dangkal.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan ini sangat terasa kuat karena berlokasi tepat 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan karakter sesar yang agresif.

Di Kota Palu sendiri, akses Jembatan 3 kini ditutup total oleh petugas karena mengalami keretakan struktur yang cukup serius. Beberapa bangunan ikonik seperti Auditorium Universitas Tadulako dan Hotel Best Western juga dilaporkan mengalami kerusakan fisik akibat rentetan getaran Gempa Palu M 6,7 tersebut.