MANGGARAI, HAWA – Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15/08. Peristiwa gempa Flores ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Data sementara ini dihimpun oleh Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai berdasarkan laporan hingga Sabtu siang. Dari dua korban luka, satu orang mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan akibat gempa Flores tersebut.
Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengidentifikasi enam korban meninggal dunia. Mereka adalah Stefanus Jedaut dari Karot, Fabian Evita Jas dari Bea Mese, Resny dari Riung Gumbang, pasangan suami istri Manus dan Yul dari Wae Mulu, serta satu korban dari Golo Lanak yang belum diketahui identitasnya. Korban luka berat, Helmina Linda, mengalami patah kaki dan sedang mendapat penanganan medis.
Jumlah korban jiwa dan luka-luka masih dapat berubah seiring proses pencarian dan pendataan yang terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores. Pemkab Manggarai terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk memperbarui informasi mengenai dampak gempa Flores ini.
Kendala utama dalam proses koordinasi adalah gangguan jaringan komunikasi di beberapa wilayah. Kondisi ini menyebabkan informasi dari sejumlah daerah belum dapat diterima secara optimal oleh posko penanganan gempa Flores.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa Flores. Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Pemkab Manggarai mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi mengenai korban maupun kerusakan yang belum dipastikan kebenarannya. Data akan diperbarui setelah laporan dari lapangan dikonfirmasi.
Pemerintah daerah juga menyatakan bahwa penanganan korban luka dan pemantauan kondisi warga masih menjadi fokus utama pascabencana gempa Flores ini.