PALU, HAWA – Anggota DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, menggelar kegiatan reses atau penjaringan aspirasi catur wulan II pada Rabu, 19 Agustus 2026. Acara reses Nendra Kusuma Putra ini berlangsung di Jalan Pue Panda, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Palu yang meliputi Kecamatan Palu Selatan dan Tatanga.

Nendra Kusuma Putra, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, menegaskan komitmennya terhadap aspirasi warga.

“Ada lembar aspirasi, bukan sekadar lembaran tapi itu adalah bentuk perjuangan kita semua yang perlu saya perjuangkan,” ujarnya.

Perwakilan Dinas UMKM, Ibu Dian Novita, menjelaskan program pemberdayaan dan pembinaan UMKM serta pengembangan wirausaha. Ada program wirausaha muda baik online maupun offline dengan bantuan hingga Rp5 juta. Pendaftaran dilakukan melalui kampus dengan syarat proposal, KTP, dan NIB.

“Tahun kemarin, alhamdulillah melalui Pak Nendra sudah banyak bantuan tersalurkan. Jangan lupa untuk memberikan laporan penggunaan bantuannya,” kata Dian Novita.

Dari Dinas Sosial, Azwar selaku Kepala Seksi Bencana Alam menerangkan, bantuan dari Dinas Sosial diprioritaskan bagi desil 5 ke bawah. “Dinas Sosial tidak asal bantu, wajib desil 5 ke bawah. Kalau desil 6 mohon maaf kami tidak bisa bantu meski diperjuangkan oleh anggota dewan,” jelas Azwar.

Ibu Ramlah dari Dinas Sosial juga menambahkan mengenai layanan pemutakhiran data, termasuk pengaktifan kembali BPJS yang nonaktif serta layanan update Kartu Keluarga (KK).

Berbagai aspirasi disampaikan oleh warga dalam kegiatan reses Nendra Kusuma Putra ini. Ilham, warga Birobuli Utara, mengeluhkan belum adanya batas wilayah yang jelas antara Birobuli Utara dan Lasoani sejak 2023. Ia juga berharap pihak kelurahan dilibatkan dan kebutuhan sound system serta penerangan jalan untuk LPM dapat dipenuhi.

Rahmawati, warga RT 4, menyampaikan harapan masyarakat RW 3 RT 3 akan bantuan tenda dan kursi. Sementara itu, seorang bapak mengeluhkan sembilan titik penerangan jalan yang belum terpasang lampu, serta lambatnya realisasi bantuan UMKM yang diusulkan.

“Usulan 2026 tapi realisasi 2027, sepertinya bisa tutup sebelum berjalan, saya harap bisa dipercepat,” kritiknya.

Menanggapi aspirasi warga, Nendra Kusuma Putra berjanji akan mengoordinasikan kembali permasalahan batas wilayah. Terkait tenda dan kursi, ia menyarankan pengajuan proposal secara berkelompok dengan memenuhi persyaratan desil. “Bantuan jika lengkap maka akan cepat diproses,” kata Nendra.

Mengenai bantuan UMKM, Nendra Kusuma Putra akan mengupayakan percepatan bagi UMKM yang tidak terdata desil.

“Ini terkait banyak yang sebut POKIR, banyak berpikir ini bantuan yang bisa langsung dan lebih cepat, namun cara kerjanya tidak seperti itu, tidak langsung diproses. Tapi alhamdulillah OPD yang hadir ini selama ini senantiasa membantu. Terkait UMKM tidak berdesil, insyaallah saya usahakan secepatnya terlebih didengar langsung oleh Ibu Dian Dinas Sosial,” ucapnya.

“Tolong ingatkan kami ketika ada penyampaian yang belum kami jalankan,” tambahnya, menyoroti pentingnya akuntabilitas.

Nendra juga menegaskan bahwa lampu jalan menjadi catatan pentingnya dan akan diperjuangkan. Eksekutif dan legislatif saat ini sedang berjuang memperbaiki daftar UMKM di Kota Palu agar bantuan lebih tepat sasaran.LIA

Koordinator kegiatan reses ini adalah Mardiyah dan Mamnun Aulia Rahman, semntara pendampingnya adalah Novita dan Moh. Rifaldi.