PALU, HAWA – Sekelompok massa yang sebagian besar merupakan mahasiswa UIN Datokarama Palu, melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah pada 10/05, menuntut dialog langsung dengan Ketua DPRD dan seluruh Ketua Fraksi. Aksi ini diwarnai ketegangan ketika Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, yang mencoba memediasi, tidak diberi kesempatan untuk berbicara oleh massa, menegaskan penolakan Massa Tolak Mediasi DPRD Sulteng di jalan.
Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, mencoba berdialog dengan para demonstran yang menuntut penjelasan mengenai Dana Bagi Hasil (DBH), program Makanan Bergizi Gratis (MBG), ketersediaan lapangan pekerjaan, serta regulasi terkait LGBT. Meskipun ia berada di antara massa dan aparat keamanan selama hampir satu jam, upaya Wiwik untuk menjelaskan posisi dan peran Fraksi PKS dalam menanggapi tuntutan tidak digubris.
Beberapa kali Bunda Wiwik meminta kesempatan untuk berbicara, namun selalu diabaikan. Bahkan, salah seorang provokator berteriak, “Tidak usah didengar,” saat Bunda Wiwik berusaha menyampaikan maksudnya. Kejadian ini memperkuat kesan bahwa Massa Tolak Mediasi DPRD Sulteng secara terbuka.
Setelah negosiasi dengan staf sekretariat DPRD, massa tetap bersikukuh untuk tidak melakukan diskusi di jalanan dan hanya ingin bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD dan seluruh Ketua Fraksi. Ini menunjukkan kekukuhan Massa Tolak Mediasi DPRD Sulteng di luar forum resmi.
“Saya ini ketua Fraksi, juga Sekretaris Komisi IV yang memang punya kaitan dengan tuntutan teman-teman,” teriak Bunda Wiwik, mencoba menarik perhatian massa dan menjelaskan relevansinya terhadap isu-isu yang diangkat.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Peserta aksi tidak memberikan mikrofon maupun kesempatan kepada Bunda Wiwik untuk menyampaikan pandangannya. Hal ini membuat Massa Tolak Mediasi DPRD Sulteng tetap pada pendirian mereka.
“Ya sudahlah, karena tidak dikasih kesempatan berbicara, buat apa saya berada di sini. Tolong sampaikan ke Korlapnya, kalau mau masuk silakan. Ruangan Fraksi terbuka untuk mereka. Mau perwakilan, atau semua masuk silakan,” kata Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, sebelum akhirnya kembali ke ruang kerjanya karena merasa tidak diberi ruang untuk berdialog oleh Massa Tolak Mediasi DPRD Sulteng tersebut.***