PALU, HAWA.ID – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nur Hannisa, salah satu korban dalam kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kota Palu.
Nur Hannisa mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Dengan meninggalnya Nur Hannisa, jumlah korban meninggal dalam peristiwa tersebut bertambah.
Pernyataan itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik kepada sejumlah awak media, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Sulawesi Tengah.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah Nur Hannisa dan seluruh keluarga korban. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para korban, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah itu.
Bunda Wiwik juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap terduga pelaku agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya meminta aparat kepolisian bekerja secara maksimal agar terduga pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum sekaligus rasa aman,” tegasnya.
Ia menilai kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian seluruh pihak.
“Ini sangat memprihatinkan. Lagi-lagi perempuan menjadi korban kekerasan hingga kehilangan nyawa. Negara harus hadir memberikan perlindungan yang maksimal kepada perempuan dan memastikan setiap pelaku kekerasan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” katanya.
Bunda Wiwik berharap proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas sehingga keluarga korban memperoleh keadilan serta masyarakat kembali merasa aman.
Nur Hannisa meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, menantu korban juga dilaporkan meninggal dunia akibat kasus yang sama. Hingga berita ini ditulis, polisi masih memburu Aan Kurniawan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan masih berstatus buron.
Catatan redaksi: Sebaiknya berita juga dilengkapi dengan informasi terbaru dari kepolisian mengenai perkembangan pencarian tersangka, termasuk pernyataan resmi dari Polda Sulawesi Tengah atau Polresta Palu, agar memenuhi prinsip keberimbangan dan memberikan pembaruan kepada pembaca.