PALUHAWA.ID – Peringatan Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tengah yang digelar Sabtu malam (16/5/2026) berlangsung penuh haru dan emosional. Suasana resepsi puncak milad tak hanya diwarnai semangat kebersamaan kader, tetapi juga tangis dan kenangan perjuangan panjang partai berbasis kader dan dakwah tersebut.
Momentum haru mulai terasa saat Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, membacakan QS Al Anfal ayat 26 dalam sambutannya. Sejumlah kader tampak menitikkan air mata dan larut dalam suasana mengenang perjalanan perjuangan partai sejak masa awal berdiri.
Beberapa kader bahkan terlihat saling berpelukan dalam isak tangis saat mengenang masa-masa sulit perjuangan membesarkan partai di Sulawesi Tengah.
Suasana semakin emosional ketika panitia memutar video kilas balik perjalanan PKS di Sulawesi Tengah. Dalam tayangan tersebut, ditampilkan sosok senior partai, H. Marwan, yang disebut sebagai salah satu “Assabiqunal Awwalun” atau perintis awal partai di daerah itu.
Dalam video tersebut diceritakan kiprah H. Marwan sebagai Ketua PK pertama pada 1998, setelah menerima amanah membangun partai usai melalui shalat istikharah atas ajakan cucu Guru Tua, Habib Salim Aljufri.
Tayangan itu sontak membuat sejumlah kader senior dan kader muda mendatangi H. Marwan untuk memeluk dan mencium tangannya sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya membesarkan partai.
Puncak suasana haru terjadi ketika video menampilkan foto-foto kader PKS yang telah meninggal dunia. Dalam ruangan yang sengaja dibuat gelap, sejumlah tamu undangan tampak terisak dan tak kuasa menahan tangis.
Suasana semakin emosional saat muncul tayangan pasangan almarhum Muhammad Ali Lamu bersama istrinya yang juga telah wafat beberapa bulan lalu. Iringan musik dan lantunan doa membuat sejumlah peserta memilih keluar ruangan untuk menenangkan diri.
Panitia bahkan menunda menyalakan lampu beberapa saat setelah video berakhir karena sebagian besar undangan masih larut dalam suasana haru.
Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan Hymne PKS secara bersama-sama. Lagu tersebut dinyanyikan seluruh kader dan tamu undangan dengan penuh semangat dan penghayatan.
“Ada semangat yang mengalir ketika lagu ini kami nyanyikan bersama. Ada janji yang terus berusaha dipenuhi,” ujar Muhammad Wahyuddin menutup rangkaian acara.***