JAKARTA, HAWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini agar masyarakat waspada hujan lebat disertai angin kencang yang dipicu oleh sirkulasi siklonik pada 22/05/2026 hingga 23/05/2026. Fenomena atmosfer ini terpantau menguat di sekitar wilayah Sumatera bagian utara dan timur serta Kepulauan Riau yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan meningkat tajam di berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Utara hingga wilayah Papua.

Sirkulasi udara yang berputar berlawanan arah jarum jam ini memperkuat daerah konvergensi atau pertemuan angin dari berbagai arah. Dampaknya, massa udara terangkat secara vertikal dan membentuk awan hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi banjir bandang, tanah longsor, serta genangan air yang dapat mengganggu aktivitas transportasi di wilayah pesisir dan dataran rendah.

“Sirkulasi siklonik yang terbentuk di sekitar wilayah Indonesia, bersama daerah konvergensi yang menguat, memicu pertumbuhan awan hujan lebat di sejumlah wilayah, terutama Sumatera dan Kepulauan Riau,” kata Petugas BMKG dalam laporan resminya. Kondisi ini diperparah oleh masa transisi atau peralihan musim yang membuat labilitas atmosfer menjadi cukup tinggi pada sore dan malam hari.

Pemantauan intensif terus dilakukan menggunakan data satelit dan radar cuaca milik BMKG untuk memetakan titik koordinat potensi hujan sedang hingga sangat lebat. Peringatan dini harian menunjukkan bahwa wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi akan mengalami cuaca ekstrem dalam durasi singkat namun intens. Selain di Sumatera, beberapa kabupaten di Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Tenggara juga masuk dalam daftar waspada hujan lebat untuk dua hari ke depan.

“Hari ini, 22/05/2026, diperkirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, terutama pada siang, sore, hingga malam hari,” kata Prakiraan Cuaca BMKG. Petugas juga mengingatkan adanya risiko gangguan pelayaran di wilayah Kepulauan Riau akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di laut.

Untuk meminimalisir dampak risiko, warga diminta tidak berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang melanda. Penting bagi pengelola transportasi dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan drainase kota guna menampung debit air yang diprediksi meningkat. Tetap pantau pembaruan informasi cuaca secara berkala agar masyarakat tetap waspada hujan lebat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.*/LIA