JAKARTA, HAWA – Isu mengenai Reshuffle Kabinet Prabowo dan pelantikan sejumlah pejabat baru di Kompleks Istana Kepresidenan mencuat kuat pada Senin 27/04/2026. Presiden Prabowo Subianto disebut akan melakukan evaluasi kinerja serta rotasi posisi untuk mengoptimalkan komunikasi publik pemerintah.
Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari mengonfirmasi bahwa keputusan perombakan merupakan hak sepenuhnya dari kepala negara. Hingga Senin pagi, suasana di lingkungan Istana masih menunggu kepastian jadwal resmi terkait pengumuman nama-nama baru tersebut.
“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari beliau,” kata M. Qodari, Kepala Staf Kepresidenan.
Nama Qodari diisukan bakal bergeser ke Badan Komunikasi, sementara muncul pula nama Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai kandidat kuat pengisi posisi strategis. Perombakan ini merupakan kelanjutan dari rotasi sebelumnya yang melibatkan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono.
Regulasi mengenai pengangkatan pejabat negara ini didasarkan pada Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 yang memberikan kewenangan penuh kepada Presiden. Sejak menjabat pada Oktober 2024, tercatat sudah ada 18 pejabat yang dirombak dalam berbagai tingkatan posisi eselon.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga memberikan respons singkat saat ditanya awak media mengenai kepastian jadwal pelantikan. Ia meminta publik bersabar menunggu pengumuman langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
“Tunggu aja. Nanti Bapak Presiden akan menceritakan,” kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Langkah Reshuffle Kabinet Prabowo kali ini diprediksi akan berlangsung secara bertahap seperti pola pelantikan Dewan Ekonomi Nasional pada Januari lalu. Langkah ini dipandang sebagai upaya penyegaran guna mempercepat realisasi program kerja Kabinet Merah Putih.*/LIA