PALU, HAWA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah (Sulteng) secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menyediakan Ruang Inklusif Anak Muda dan Perempuan dalam bursa pencalegan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Hal ini ditegaskan dalam acara Ngopi 17-an Bersama Jurnalis bertema ‘Menakar Peluang Menuju Senayan 2029’ pada Senin, (17/8), di Palu.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pemenangan Pemilu & Pilkada (BP3) DPW PKS Sulawesi Tengah ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemaparan strategi partai. PKS Sulteng bertekad memperluas basis dukungan dan mengembalikan kursi DPR RI, dengan fokus mengakomodasi tokoh masyarakat, perempuan, dan generasi milenial secara inklusif.

Rustam Abidin, Kepala BP3 DPW PKS Sulawesi Tengah, mengawali pemaparan dengan membahas dinamika kepemimpinan partai dan target kursi. Ia juga menyoroti proyeksi DPR RI serta evaluasi perolehan suara pada pemilu sebelumnya. Menurutnya, PKS siap menghadapi berbagai perubahan sistem pemilu yang mungkin diterapkan.

“Kami punya keyakinan bahwa setiap role atau model baru metode pemilihan, kami tidak permasalahkan. Kami siap, apakah terbuka atau tertutup atau pemisahan Pemilu Nasional dengan Pemilu Lokal,” kata Rustam Abidin.

Soliditas internal menjadi modal utama PKS. Rustam Abidin menyebutkan bahwa dinamika atau pergantian kepemimpinan di PKS, baik di tingkat pusat maupun daerah, berjalan lancar tanpa gesekan berarti.

“…dinamika peralihan kepemimpinan di Partai Keadilan Sejahtera, apakah di tingkat pusat, wilayah, dan daerah, sangat minim (gesekan),” ujar Rustam Abidin.

PKS Sulteng juga membuka pendaftaran dini bagi tokoh-tokoh daerah, mantan kepala daerah, maupun calon kepala daerah yang ingin bergabung dan berkontestasi di Pemilu 2029 atau 2031. Hal ini merupakan langkah proaktif untuk menjaring kandidat terbaik. Komitmen untuk menyediakan Ruang Inklusif Anak Muda dan Perempuan sangat ditekankan dalam proses ini.

“Kami menyiapkan pendaftaran dini kepada tokoh-tokoh daerah yang ingin bergabung untuk berkontestasi apakah 2029 dengan 2031. Kami sangat terbuka,” jelas Rustam Abidin.

Peluang merebut kembali kursi DPR RI di Sulawesi Tengah menjadi optimisme tinggi bagi PKS. Tingginya partisipasi pemilih dan banyaknya suara tidak terkonversi menjadi kursi pada pemilu sebelumnya, sekitar 460.000 suara, menjadi indikator potensi besar. PKS yakin masih punya peluang besar untuk meraih kembali suara yang belum terkonversi ini. Olehnya Ruang Inklusif ini menjadi strategi kunci.

“Dengan suara tidak terkonversi kursi sebanyak 460.000 ini masih sangat tinggi dan kami masih punya peluang untuk bisa merebut suara yang tidak terkonversi menjadi kursi ini, jadi kami masih sangat optimis untuk merebut kursi DPR RI kembali untuk pemilu berikutnya,” tambah Rustam Abidin.

Target ambisius ‘Satu Dapil, Satu Kursi’ telah ditetapkan PKS Sulteng. Dengan estimasi 62 dapil akibat pertumbuhan penduduk, target realistis adalah minimal 50 kursi. Target ini didukung oleh pemetaan data rinci hingga tingkat desa dan TPS. Data ini akan membantu mengidentifikasi potensi suara dan strategi pemenangan.

“Target kami di Sulawesi Tengah adalah 1 dapil 1 kursi. Target realistisnya secara hitungan kami ya paling tidak 50 kursi dari 62 dapil tersebut,” ungkap Rustam Abidin.

Dr. Rizal, Sekretaris Umum DPW PKS Sulteng, menambahkan bahwa komunikasi kelembagaan dengan penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu juga menjadi fokus. Untuk mempermudah rekrutmen anggota, PKS meluncurkan program ‘Join PKS’ secara digital melalui scan QR Code. Ini menunjukkan adaptasi PKS terhadap perkembangan teknologi dan memudahkan partisipasi masyarakat.

“…sekarang di seluruh Indonesia membuka dalam program Join PKS. Itu untuk bergabung bersama PKS melalui di seluruh Indonesia dengan melakukan scan QR barcode yang sudah disiapkan oleh DPP,” jelas Dr. Rizal.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan komitmen PKS untuk menyediakan Ruang Inklusif Anak Muda dan Perempuan. Selain kuota 30% keterwakilan perempuan, PKS juga memberikan porsi khusus bagi generasi milenial dari berbagai latar belakang, etnis, dan agama.

“Yang jelas 30% PKS selalu memberikan ruang untuk perempuan, plus PKS menambahkan jatah khusus anak muda juga dan insyaallah tentunya ruang ini diberikan kepada seluruh anak muda dari kalangan apa saja. Dari semua etnis, dari semua golongan, dari semua agama,” jelas Dr. Rizal.

Pendekatan ilmiah melalui survei independen juga menjadi bagian dari strategi PKS. DPP PKS melatih surveyor khusus di setiap wilayah untuk memastikan penentuan calon legislatif didasarkan pada perhitungan elektabilitas dan popularitas yang terukur secara ilmiah, bukan sekadar klaim sepihak. Ini menegaskan bahwa Ruang Inklusif Anak Muda dan Perempuan akan diisi oleh kandidat berkualitas.

“Jadi di setiap wilayah itu mengirimkan surveyornya untuk dilakukan survei supaya nanti ketika menjelang pemilu juga kita secara ilmiah juga, rasionalisasinya juga memenuhi syarat… bagaimana elektabilitasnya terutama popularitasnya,” tutup Dr. Rizal.TIN