PALU, HAWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis Peringatan Dini Tsunami BMKG menyusul gempa bumi bermagnitudo 7.7 yang mengguncang wilayah utara Sulawesi Utara pada Senin (08/06). Gempa yang berpusat di 244 kilometer barat laut Pulau Karatung ini berpotensi memicu gelombang tsunami di lima provinsi Indonesia bagian timur. Lokasi episentrum berada pada koordinat 5.79 Lintang Utara dan 125.14 Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.
Berdasarkan pemutakhiran data, terdapat 30 kabupaten dan kota yang masuk dalam zona bahaya dengan status Siaga serta Waspada. Wilayah terdampak mencakup Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur. Peringatan Dini Tsunami BMKG ini dikeluarkan sebagai langkah mitigasi agar masyarakat pesisir segera menjauh dari area pantai demi keselamatan bersama.
Sebanyak 17 wilayah ditetapkan dalam status Siaga, termasuk Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Bitung, hingga Kota Ternate. Estimasi waktu tiba gelombang tercepat terjadi di Kepulauan Sangihe hanya 11 menit setelah gempa utama terjadi. Pemerintah daerah di wilayah Siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
“Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status Siaga diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi,” tulis instruksi resmi dalam laporan Peringatan Dini Tsunami BMKG tersebut.
Sementara itu, 13 wilayah lainnya di Kalimantan Timur dan Maluku Utara berada dalam status Waspada yang memerlukan monitoring ketat. Beberapa daerah tersebut meliputi Berau, Kutai Timur, Bulungan, hingga Kota Tarakan dengan estimasi tiba gelombang sekitar dua jam pasca gempa. Petugas di lapangan terus memantau pergerakan air laut melalui sistem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang terintegrasi di seluruh Indonesia.
Hingga laporan ini diturunkan, masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak kembali ke area pesisir sebelum ada pernyataan resmi bahwa ancaman telah berakhir. Pihak BPBD di masing masing provinsi saat ini tengah berkoordinasi untuk memastikan jalur evakuasi dapat digunakan secara maksimal. Peringatan Dini Tsunami BMKG akan terus diperbarui secara berkala sesuai dengan pengamatan instrumen di lapangan.LIA