MAKASSAR, HAWA – Operasi pencarian korban musibah KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih terus diintensifkan hingga hari ini, 20 Juli 2026. Sebanyak 18 penumpang kapal yang mati mesin dan bocor lambungnya itu dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Musibah ini bermula saat KLM Nurul Salsa yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar mengalami mati mesin pada 14 Juli 2026. Kapal kemudian dilaporkan bocor dan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi diduga memperparah situasi kapal yang mati mesin, menyebabkan musibah KM Nurul Salsa tenggelam.

Data korban insiden ini sempat berubah beberapa kali seiring verifikasi lapangan oleh Basarnas. Pada rilis awal, sempat muncul angka 52 selamat dan 25 hilang, namun data terus diperbarui. Basarnas Makassar bekerja keras memverifikasi jumlah pasti orang di kapal untuk memastikan tidak ada perbedaan antara manifest dan kondisi sebenarnya di lokasi kejadian.

“Total penumpang yang berada di kapal tercatat sebanyak 78 orang,” ujar Basarnas Makassar melalui MetroTV.

Dari total tersebut, pembaruan data terbaru menunjukkan 59 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Dua penumpang terakhir yang ditemukan selamat pada hari kelima pencarian terdampar di Pulau Balaloho, yang menunjukkan luasnya area penyisiran tim.

“Dengan ditemukannya dua korban tersebut, korban KM Nurul Salsa yang dinyatakan selamat menjadi 59 orang, meninggal dunia satu orang dan masih dalam pencarian 18 orang korban,” tulis CNN Indonesia.

Perhatian terhadap insiden KM Nurul Salsa tenggelam ini tidak hanya datang dari daerah, tetapi juga Istana Negara yang meminta Basarnas memaksimalkan upaya pencarian. Ketidaksesuaian manifest awal dengan jumlah penumpang sebenarnya juga menjadi sorotan, mengindikasikan perlunya perbaikan sistem keselamatan pelayaran dan akurasi data penumpang kapal.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, pemerintah daerah, kapal nelayan, hingga KRI Marlin-877 terus memperluas area pencarian. Sektor-sektor pencarian kini meluas hingga sekitar Pulau Sabalana, Kepulauan Pangkep, dan Laut Flores, menyisir pulau-pulau kecil tempat para korban KM Nurul Salsa tenggelam mungkin terdampar.