JAKARTA, HAWA – The Coca-Cola Company resmi memperkenalkan sistem identitas visual global baru pada 20 Juli 2026, sebuah langkah besar untuk memperkuat konsistensi merek di lebih dari 200 pasar di seluruh dunia. Peluncuran identitas visual Coca-Cola terbaru ini bertujuan untuk membuat semua eksekusi merek tampil lebih seragam, segar, dinamis, dan mudah diskalakan, mulai dari kemasan hingga pengalaman digital di kawasan seperti Latin America, Eropa, Middle East, dan Asia.

Sistem visual baru ini dirancang untuk menonjolkan aset inti merek yang sudah ikonik. Unsur-unsur seperti palet warna merah-putih yang khas, Dynamic Ribbon, Arden Square, dan Spencerian script kini dipertegas dalam setiap aplikasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap sentuhan dengan konsumen tetap terasa “lebih Coca-Cola”, memperkuat identitas visual Coca-Cola yang telah dikenal luas.

Salah satu perubahan signifikan juga terlihat pada Coca-Cola Zero Sugar. Varian populer ini mendapatkan evolusi desain dengan teks “Zero Sugar” yang lebih besar, penambahan Dynamic Ribbon hitam pada kaleng, dan tutup botol berwarna hitam untuk kemasan PET. Pembaruan ini memberikan penanda visual yang lebih jelas dan tegas bagi konsumen, membedakan varian tanpa menghilangkan esensi identitas visual Coca-Cola secara keseluruhan.

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa pembaruan identitas visual Coca-Cola ini dilakukan untuk menjaga ikonitas merek sekaligus memastikan tampilannya tetap konsisten di seluruh titik sentuh konsumen secara global. Perusahaan menekankan pentingnya evolusi tanpa kehilangan identitas yang sudah dikenal publik selama lebih dari satu abad. Langkah ini juga mendukung tata kelola, pengerjaan, dan konsistensi merek dalam skala global.

“Untuk lebih dari satu abad, Coca-Cola telah menjadi simbol global optimisme dan keaslian,” kata manajemen perusahaan. “Kini, dengan satu identitas visual yang mulus, kami dapat memberikan satu pengalaman merek yang dapat dikenali kepada konsumen.”

Untuk mendukung penerapan sistem baru ini, The Coca-Cola Company telah menyiapkan Brand Center yang lebih imersif dan alat Design Intelligence berbasis teknologi. Sumber daya ini akan digunakan oleh tim internal serta mitra agensi untuk menjaga keseragaman desain di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa fokusnya bukan pada penggantian identitas, melainkan penajaman dan standarisasi elemen identitas visual Coca-Cola yang sudah ada.LIA