JAKARTA, HAWA.ID — Sebanyak 35 aktivis dari 20 provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dengan Perspektif Gender Transformatif yang diselenggarakan Institut KAPAL Perempuan bekerja sama dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia.
Pelatihan berlangsung pada 7–9 April 2026 di Jakarta dan merupakan lanjutan dari proses seleksi pelatihan daring yang sebelumnya diikuti 53 peserta dari berbagai daerah. Dari total 371 pendaftar, peserta yang mengikuti pelatihan luring merupakan hasil seleksi lanjutan.
Direktur Institut KAPAL Perempuan, Budhis Utami, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mencegah serta merespons kekerasan berbasis gender dengan pendekatan yang adil dan berpihak pada korban.
Ia menyebut, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius. Data tahun 2024 mencatat sebanyak 330.097 kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tanpa perspektif yang adil gender, kekerasan sering dianggap persoalan privat dan diselesaikan dengan cara yang mengabaikan keselamatan korban,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait konsep gender, analisis kasus, strategi advokasi, kampanye publik, hingga pendampingan korban. Peserta juga dibekali pendekatan wellbeing untuk mendukung kerja-kerja pendampingan di lapangan.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan aktivis yang berpengalaman di bidang perlindungan perempuan dan hak asasi manusia.
Di akhir kegiatan, peserta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di komunitas masing-masing sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di tingkat lokal.LIA