SIGI, HAWA.ID – Kunjungan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., ke Desa Kamarora membuka sejumlah persoalan yang masih dihadapi warga terdampak bencana gempa bumi 2018.
Salah seorang warga, Waris Wati, mengaku hingga kini masih tinggal di hunian sementara (huntara) bersama keluarganya karena belum memperoleh bantuan pembangunan rumah tetap pascabencana.
Di hadapan Bunda Wiwik, sapaan akrab Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, Wati menyampaikan keluhannya terkait kondisi tempat tinggal yang telah ditempatinya selama hampir delapan tahun terakhir.
“Saya warga asli Kamarora, Bu. KTP saya juga menunjukkan saya warga Kamarora. Tetapi sejak gempa tahun 2018 sampai sekarang saya belum pernah mendapatkan bantuan rumah,” ujar Wati.
Wati yang merupakan warga Dusun III, Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, mengatakan kondisi huntara yang ditempatinya kini semakin memprihatinkan. Kerusakan yang sebelumnya sudah terjadi bertambah parah setelah gempa bumi yang kembali mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
“Kami masih bertahan di huntara walaupun kondisinya sudah banyak yang rusak dan ambruk. Setelah gempa kemarin, kerusakannya semakin bertambah,” katanya.
Menurut Wati, dirinya telah beberapa kali menyerahkan dokumen administrasi yang diminta, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun hingga kini belum ada kejelasan terkait bantuan yang diharapkannya.
“Dokumen-dokumen sudah pernah diminta, tetapi sampai sekarang saya belum juga mendapatkan bantuan. Kalau alasannya kenapa belum dapat, saya juga tidak tahu,” ungkapnya.
Kedatangan Bunda Wiwik ke Kamarora dalam rangka menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa dimanfaatkan Wati untuk menyampaikan langsung aspirasi dan harapannya.
Ia berharap keluhan yang disampaikannya dapat ditindaklanjuti dan diadvokasi kepada instansi terkait agar warga yang hingga kini belum mendapatkan bantuan hunian tetap dapat memperoleh perhatian dari pemerintah.
“Saya berharap ada perhatian dari pihak yang berwenang, sehingga kami yang masih tinggal di huntara bisa mendapatkan solusi dan tempat tinggal yang layak,” tuturnya. (**)