JAKARTA, HAWA – Sebanyak 37 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Vale Indonesia Tbk sukses memamerkan produk-produk unggulan mereka dalam gelaran Kriyanusa 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Keikutsertaan UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi ini menjadi ajang penting untuk memperluas akses pasar.

Pameran kerajinan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini berlangsung dari 26 hingga 30 September 2026. PT Vale bergabung dalam stan Grup MIND ID, menampilkan beragam produk kerajinan, wastra, pangan olahan, dan produk herbal dari tiga wilayah operasionalnya.

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tahun ini, pameran tersebut berhasil menghadirkan 410 stan dengan 257 peserta, termasuk perwakilan dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian/lembaga, serta para pelaku UMKM.

Pembukaan pameran secara resmi dilakukan pada Sabtu (26/9) oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut adalah Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian dan Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan.

Community Development Officer PT Vale, Salwa, menuturkan bahwa partisipasi UMKM binaan PT Vale dalam pameran nasional ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan usaha. Program ini meliputi pelatihan, pendampingan, dan pembukaan akses pasar untuk memperkuat kapasitas para UMKM binaan PT Vale.

“PT Vale terus melakukan pelatihan dan pendampingan serta membantu memperluas jejaring pasar agar produk UMKM binaan dapat semakin dikenal masyarakat,” kata Salwa.

Menurutnya, pameran ini juga menjadi kesempatan emas bagi para pelaku UMKM dari daerah untuk memahami karakter pasar di luar wilayah asal mereka. Dengan demikian, UMKM binaan PT Vale bisa mendapatkan wawasan baru.

“Kriyanusa menjadi peluang bagi UMKM binaan dari tiga wilayah kehadiran PT Vale untuk belajar dan melihat pasar yang lebih luas. Dari sini, mereka dapat mengenali berbagai peluang dan potensi pasar di luar Sulawesi,” tambahnya.

Sebelum melangkah ke pameran nasional, pengembangan UMKM dilakukan melalui program yang dirancang sesuai potensi masing-masing wilayah. Ini adalah bukti komitmen PT Vale dalam membina UMKM binaan PT Vale.

Di Pomalaa, misalnya, pendampingan mencakup pengembangan pertanian organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI), penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pengembangan produk pangan olahan. PT Vale juga menyediakan dukungan sarana produksi, seperti mesin penggiling padi dan peralatan pengolahan pangan.

External Relations Officer PT Vale IGP Pomalaa, Sri Mitha Fitriani, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian krusial dari proses pengembangan UMKM. Ini adalah fondasi penting bagi UMKM binaan PT Vale.

“Pendampingan dimulai dengan membangun kapasitas sumber daya manusianya melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Harapannya, kualitas dan kapasitas produk UMKM binaan terus meningkat sehingga mampu menjangkau pasar yang semakin luas,” ujar Sri Mitha.

Salah satu pelaku UMKM yang ikut serta dalam Kriyanusa adalah Salmi, 54 tahun, seorang petani sekaligus penggerak UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK). Ia adalah salah satu contoh sukses dari UMKM binaan PT Vale.

Salmi menceritakan bahwa proses pendampingan yang ia jalani dimulai sejak tahun 2021. Program ini awalnya berfokus pada praktik pertanian organik, kemudian berkembang ke tanaman pangan, hortikultura, dan produk olahan. Banyak sekali produk UMKM binaan PT Vale yang berkembang melalui program ini.

Sejumlah produk yang dikembangkan komunitasnya kini dipamerkan di Kriyanusa, antara lain beras merah dan beras hitam organik, kunyit asam, teh bunga telang, rengginang, abon ikan, keripik, sambal, dan biji kakao fermentasi. Ini menunjukkan kualitas produk UMKM binaan PT Vale.

“Keikutsertaan kami dalam pameran UMKM membuka mata bahwa masih banyak peluang yang bisa kami kembangkan. Kami senang mendapat kesempatan hadir di Kriyanusa dan memperkenalkan produk yang selama ini kami kembangkan,” kata Salmi.

Ia menambahkan bahwa pendampingan yang diterima tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga dukungan peralatan dan pendampingan secara berkala. Hal ini sangat membantu perkembangan UMKM binaan PT Vale.

“Awalnya kami belum mengenal pertanian organik. Setelah mendapat sosialisasi dan pendampingan, kami mulai belajar dan mengembangkannya,” ujarnya.

Dari Morowali, pelaku UMKM binaan PT Vale, Ilham, 37 tahun, membawa sejumlah produk seperti teh bunga telang, beras organik, serbuk kunyit asam, bunga rosella, dan virgin coconut oil (VCO). Produk-produk ini menambah daftar panjang keberhasilan UMKM binaan PT Vale.

Ilham mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam Kriyanusa memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM daerah untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar wilayah asal. Ini adalah langkah maju bagi UMKM binaan PT Vale.

“Kami berterima kasih karena difasilitasi untuk mengikuti pameran besar seperti Kriyanusa. Bagi kami, kesempatan ini menjadi bagian dari proses yang selama ini dijalani, mulai dari pendampingan hingga produk yang kami hasilkan dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas,” tutur Ilham.

Menurut Ilham, program pemberdayaan di wilayahnya telah berjalan sejak 2021 dengan pengembangan sejumlah komoditas, antara lain beras, sayuran, dan produk herbal. Ini adalah bukti komitmen jangka panjang dalam mendukung UMKM binaan PT Vale.

Produk yang ditampilkan dalam Kriyanusa 2026 berasal dari beragam sektor. Pada kategori kriya dan fesyen, terdapat anyaman lokal, aksesori rajut, kerajinan bercorak budaya Sulawesi, batik, syal, dan kain tenun. Ini menunjukkan keberagaman produk UMKM binaan PT Vale.

Sementara pada kategori pangan dan herbal, produk yang ditampilkan antara lain beras organik, kopi, abon ikan, produk kakao, keripik, sambal, VCO, serta minuman herbal berbahan kunyit, rosella, bunga telang, dan jahe. Semua ini merupakan hasil kerja keras dan pendampingan yang diberikan kepada UMKM binaan PT Vale.

Keikutsertaan dalam Kriyanusa menjadi bagian dari rangkaian pengembangan UMKM yang dilakukan di wilayah Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi. Rangkaian ini meliputi peningkatan kapasitas pelaku usaha dan kualitas produk hingga perluasan akses pasar, yang secara konsisten mendukung UMKM binaan PT Vale.