PALU, HAWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan bahwa kualitas udara Palu pada 4 Oktober 2023 masuk dalam kategori ‘Tidak Sehat’ hingga ‘Sangat Tidak Sehat’. Peningkatan drastis partikel PM2.5 yang berbahaya menjadi sorotan utama, memicu kekhawatiran publik terhadap dampak kesehatan. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker.
Data BMKG menunjukkan lonjakan signifikan pada beberapa parameter kualitas udara Palu. Konsentrasi PM10 mencapai 210 µg/m³, berada di kategori Tidak Sehat (rentang 151-350). Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang masih di angka 130 µg/m³. Lebih mengkhawatirkan, PM2.5, partikel paling berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru, melonjak hingga 206 µg/m³, menempatkan kualitas udara Palu pada kategori Sangat Tidak Sehat (rentang 150.4-250.4). Sebelumnya, PM2.5 masih tercatat 132 µg/m³.
Selain itu, partikel PM1, yang merupakan partikel paling halus, juga menunjukkan peningkatan tajam. Kenaikan kualitas udara Palu yang memburuk ini terlihat jelas dari grafik 7 harian yang dirilis BMKG Iklim Sulteng. Sejak 29 September, kualitas udara masih berada di kisaran 88-100, namun mulai 2 Oktober, angka ini terus naik hingga mencapai puncaknya pada hari ini. Kondisi cuaca yang cerah diperkirakan menjadi pemicu utama, dengan debu jalanan, lahan kering yang berterbangan, dan asap pembakaran sampah menjadi faktor penyumbang utama.
Menyikapi kondisi kualitas udara Palu yang memburuk, BMKG Iklim Sulteng mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi masyarakat. Pertama, warga wajib menggunakan masker, terutama di area jalan macet dan tempat terbuka yang kering serta berdebu. Kedua, masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah di halaman rumah untuk mencegah penambahan polutan di udara.
Ketiga, jika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 100, yang menandakan status Tidak Sehat, aktivitas di luar ruangan harus dikurangi secara signifikan. BMKG secara khusus menyarankan untuk tidak berolahraga di sore hari. Anak-anak dan lansia juga diimbau untuk tidak bermain di luar rumah guna melindungi kelompok rentan ini dari dampak buruk polusi udara. Untuk warga di sekitar Sapta Marga atau Mamboro, disarankan untuk menggunakan masker jenis N95 atau KF94, bukan masker kain biasa. Selain itu, menutup jendela rumah dan banyak minum air putih juga direkomendasikan untuk menjaga kesehatan.