PARIMO, HAWA.ID – Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, meninjau gudang Perum Bulog di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (30/4/2026), untuk memastikan ketersediaan stok beras sekaligus memantau penyerapan hasil panen petani.

Dalam kunjungan tersebut, Longki berdialog dengan petugas gudang dan pihak Bulog terkait kondisi stok, kualitas beras, serta proses distribusi di wilayah itu. Ia menegaskan pentingnya pengawasan langsung di lapangan guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan stok beras di daerah dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, ia menyebut cadangan beras di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan, dengan kualitas yang layak konsumsi.

Selain memastikan stok, Longki juga menyoroti pentingnya optimalisasi penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal, khususnya di wilayah Parigi Moutong. Menurutnya, peran Bulog sangat strategis dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani, terutama saat musim panen.

“Penyerapan hasil panen perlu terus ditingkatkan agar harga di tingkat petani tetap stabil,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini sebagian petani lebih banyak menjual beras dibandingkan gabah. Karena itu, ia mendorong Bulog agar tetap mengoptimalkan penyerapan dalam kedua bentuk tersebut sesuai kebijakan yang berlaku.

Longki juga meminta agar sosialisasi mengenai standar kualitas dan harga pembelian dilakukan secara berkelanjutan kepada petani, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik saat menjual hasil panen.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, menyampaikan bahwa stok beras di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 23.000 ton dan diperkirakan mencukupi hingga November 2026.

Ia menambahkan, Bulog terus melakukan penyerapan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat. Pada tahun ini, target penyerapan meningkat menjadi 11.300 ton, dibandingkan sekitar 8.000 ton pada tahun sebelumnya.

“Kami terus melakukan penyerapan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bulog, dan petani, sekaligus mendukung upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di daerah.LIA