NAGEKEO, HAWA – Gelombang tsunami mulai terdeteksi di sejumlah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) usai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Gempa Nagekeo berkekuatan magnitudo 7.0 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT pada Sabtu pagi (15/8). Gempa Nagekeo ini terjadi pada pukul 05.00 WIB dan memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah.
Berdasarkan pemutakhiran data dari BMKG, setidaknya ada sembilan daerah yang sudah terdeteksi mengalami tsunami sebagai dampak dari Gempa Nagekeo. Ketinggian gelombang tsunami bervariasi di setiap lokasi terdampak. Warga di sekitar pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi susulan.
Berikut adalah daftar daerah yang terdeteksi tsunami setelah Gempa Nagekeo:
- Tsunami di Baubau sekitar pukul 05.47 WIB dengan ketinggian 0,30 meter
- Tsunami di Bulukumba sekitar pukul 05.58 WIB dengan ketinggian 0,54 meter
- Tsunami di Kawapante sekitar pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter
- Tsunami di Flores Timur sekitar pukul 05.24 WIB dengan ketinggian 0,25 meter
- Tsunami di Maurole sekitar pukul 05.27 WIB dengan ketinggian 0,94 meter
- Tsunami di Bakalang sekitar pukul 05.41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter
- Tsunami di Sikka sekitar pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,19 meter
- Tsunami di Labuan Bajo sekitar pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter
- Tsunami di Dompu sekitar pukul 05.29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter
Sebelumnya, BMKG juga mengungkap delapan wilayah yang berstatus siaga dan berpotensi diterjang tsunami akibat Gempa Nagekeo ini. Peringatan tsunami dikeluarkan segera setelah terjadi gempa magnitudo 7.0 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Menurut BMKG, getaran akibat Gempa Nagekeo dirasakan pada skala MMI IV-V di Ruteng, V di Kota Bima, V di Kab. Dompu, IV-V di Ende, IV-V di Labuan Bajo, IV-V di Maumere, IV-V di Sumba Timur, IV di Kupang, dan IV di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pada skala intensitas MMI IV-V, getaran gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah saat siang hari, menyebabkan gerabah pecah, serta pintu atau jendela berderit. Sementara itu, pada skala MMI V, getaran terasa oleh hampir semua penduduk, membangunkan banyak orang, dan membuat barang-barang berjatuhan.
Selain itu, BMKG mencatat Gempa Nagekeo juga dirasakan pada skala MMI III-IV di Flores Timur, III-IV di Lembata, III-IV di Adonara, III di Kab. Lombok Barat, III di Kota Mataram, III di Kab. Lombok Timur, II-III di Denpasar, II-III di Badung, II-III di Bulukumba, II-III di Jeneponto, II-III di Takalar, II-III di Gowa, dan II-III di Makassar.
Pada skala MMI III, getaran terasa nyata di dalam rumah, dengan sensasi seakan-akan ada truk berlalu. Pada skala MMI II, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.